<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235</id><updated>2011-04-22T04:46:55.730+07:00</updated><category term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><category term='BonaPasogit_TanahKelahiran'/><category term='Sopo Ambarita'/><category term='Sipanganon-Masakan'/><category term='Adat-Tradisi'/><category term='Tingting/Pengumuman'/><category term='Sosok Pomparan/Keturunan Ambarita'/><category term='Tarombo/Silsilah'/><category term='Habot Ni Roha'/><title type='text'>Ambarita Family's</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-1954093641274305741</id><published>2008-08-20T18:12:00.001+07:00</published><updated>2008-08-20T18:15:00.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosok Pomparan/Keturunan Ambarita'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204); font-family: webdings;font-size:130%;" &gt;Hadapi 10 Jaksa, Muchdi Pr Siapkan 5 Pengacara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Laporan: Widyabuana. tribuntimurcom@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Jakarta,Tribun - Mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr siap menghadapi persidangan atas tuduhan pembunuhan aktifis HAM Munir. Untuk menghadapi tim jaksa penuntut umum (JPU) yang berjumlah 10 orang, Muchdi telah menunjuk lima pengacara untuk membelanya di pengadilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;"Tim kuasa Pak Muchdi jumlahnya lima orang," tegas koordinator kuasa hukum Muchdi yakni Wirawan Adnan di Jakarta, Sabtu (9/8). Anggotanya adalah Luthfi Hakim, Achmad Kholid, Robert Sirait dan Hery Suryadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga menyatakan, untuk menyidangkan perkara Muchdi Pr, ia telah menunjuk 10 jaksa. Tim jaksa diketuai Asisten Pidana Umum Kejati DKI Jakarta Agus Riswanto dengan anggota antara lain Cirus Sinaga dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-family: webdings;"&gt;Maju Ambarita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: webdings;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Wirawan, meskipun jumlah tim kuasa hukum hanya separuh dari jumlah jaksa, bukan berarti mereka akan kalah. "Jaksa 10 orang itu kan tetap satu suaranya. Yang menentukan kalah atau menang, fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dan kami sudah siap untuk membuktikan bahwa dakwaan tidak berdasar," lanjut Wirawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi kekhawatiran Muchdi, hanyalah pengadilan tidak fair. Wirawan mencontohkan, dalam perkara Pollycarpus Budihari Priyanto,dalam persidangan tidak terungkap adanya peran Pollycarpus dalam membunuh Munir. Kendati demikian Pengadilan dengan mendasarkan pada keyakinannya saja, bisa menjatuhkan hukuman selama 20 tahun penjara. "Pak Muchdi hanya khawatir kalau pengadilan tidak fair," tambah Wirawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkara kliennya ini, Wirawan sangat yakin Muchdi Pr tidak terlibat dalam pembunuhan berencana Munir seperti yang akan didakwakan jaksa. "Klien kami dituduh pembunuhan berencana, tapi tidak ada bukti awal tentang perencanaan itu," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Wirawan mengatakab bahwa saksi Budi Santoso yang disebut-sebut mengetahui hubungan Polly dengan Muchdi, adalah saksi yang direkayasa. "Saksi yang namanya Budi Santoso, itu saksi fabrikasi atau rekayasa. faktanya tidak ada," tambah Wirawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran Wirawan, Budi Santoso tidak dihadirkan di Pengadilan. Sehingga, jaksa hanya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Budi Santoso saja. Sehingga, tim kuasa hukum tidak bisa mementahkan kesaksian Budi Santoso secara langsung. (*)&lt;br /&gt;Sumber: http://tribun-timur.com/view.php?id=91646&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-1954093641274305741?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/1954093641274305741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=1954093641274305741' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/1954093641274305741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/1954093641274305741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/08/hadapi-10-jaksa-muchdi-pr-siapkan-5.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7152553373856732739</id><published>2008-08-20T17:58:00.005+07:00</published><updated>2008-08-20T18:11:56.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosok Pomparan/Keturunan Ambarita'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: webdings;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jaksa Maju Ambarita Periksa Berkas Muchdi Pr&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;JAKARTA, TRIBUN - Berkas perkara kasus pembunuhan aktivis Imparsial dan Kontras Munir dengan tersangka mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen (Purn) Muchdi Purwoprandjono diserahkan penyidik Polri ke Kejaksaan Agung, Senin (11/8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;"Paling lambat Jumat ini sudah dilimpahkan ke pengadilan," kata Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga seusai penyerahan berkas berikut tersangkanya di Kejagung, Jakarta, kemarin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Untuk menyidangkan Muchdi, Ritonga telah membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU) yang berjumlah 10 orang. Anggotanya antara lain Sirus Sinaga, Maju Ambarita, dan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI Jakarta Agus Riswanto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Mengenai pasal yang akan dikenakan terhadap Muchdi, Ritonga menyebutkan pasal 340 junc to 55 ayat 1 butir 2 UU  KUHP. "Acamannya bertingkat-tingkat, bisa mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara," lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Muchdi Datang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Seusai dengan jadwal, Muchdi Pr disertakan dalam penyerahan berkas dari penyidik Polri yang dipimpin Direktur I (Keamanan Trans Nasional) Mabes Polri Brigjen Pol Mathius Salempang. Dari jajaran Kejagung hadir pula Sekretaris Jampidum Muzzami Merah Hakim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Muchdi, yang dijemput dari Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, tiba di Kejagung pukul 12.45. Kedatangan Muchdi lolos dari pantauan wartawan karena ia masuk dari kantor jaksa pengawasan yang tersambung dengan gedung pidana umum tempat wartawan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Saat meninggalkan Kejagung pukul 13.45, kembali Muchdi Pr mengecoh wartawan. Ia menghindar kejaran wartawan karena keluar dari pintu poliklinik yang tidak dijaga wartawan. Dengan mobil Kijang warna merah marun nomor B 1946 OI, mantan Danjen Kopassus itu dibawa kembali ke Rutan Brimob Kelapa Dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Jampidum Abdul Hakim Ritonga menyatakan, selain pelimpahan Muchdi Pr sebagai tersangka, tim penyidik Mabes Polri juga menyerahkan barang bukti. Ritonga menjelaskan ada dua jenis barang bukti untuk Muchdi, yakni barang bukti yang digunakan untuk menghukum Pollycarpus Budihari Priyanto dan barang bukti baru yang diperoleh tim penyidik Polri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Ada juga lima bukti tambahan. Pertama, buku kas kuarto yang berisi catatan keluar-masuk surat dan catatan keluar-masuk pembayaran. Kedua, hard disk yang diambil dari staf Muchdi Pr di BIN. Ketiga, tiga bundel hard copy call detail record (CDR) percakapan telepon yang diperoleh dari Telkomsel. Keempat, hard disk hasil kloning yang diduga milik staf Muchdi, yakni Juni Torino. Dan kelima, tiga lembar surat yang dikeluarkan Muchdi Pr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Dari daftar saksi, lebih kurang 13 orang akan dihadirkan di pengadilan guna menjerat Muchdi Pr sebagai orang yang memberikan perintah kepada Pollycarpus untuk mengeksekusi Munir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Ada mantan Wakil Kepala BIN M As'ad Ali, mantan Dirut PT Garuda Indra Setiawan dan terpidana Pollycarpus. Namun mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tidak masuk dalam daftar saksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;"Saksinya lebih dari 13 orang," tegas Abdul Hakim Ritonga di Kejagung, kemarin. Ritonga mengakui, M As'ad Ali masuk dalam daftar saksi. "Oh iya. As'ad juga termasuk (saksi)," lanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Tolak Status&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Harapan Muchdi Pr untuk menjadi tahanan kota kandas. Kejagung menolak permohonan Muchdi dengan alasan faktor keamanan. "Saya belum dapat menyimpulkan permohonan itu. Penahanan tetap ada. Tapi menurut penuntut, jangan ditahan kota," tegas Abdul Hakim Ritonga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Apa pertimbangan tidak dilakukan penahanan kota? "Saya nggak hafal. Untuk keamanan. Tapi formalnya belum dijawab," lanjut Ritonga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Ketika ditanya apa maksud alasan keamanan, Ritonga menjawab, "Keamanan segala-galanya." Supaya jaksa aman? "Dalam arti luas lah," tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Permohonan pengalihan dari tahanan Rutan menjadi tahanan kota disampaikan tim kuasa hukum Muchdi Pr saat pelimpahan barang bukti dan tersangka di Kejagung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Salah satu kuasa hukum Muchdi, yakni Lutfie Hakim, menjelaskan, saat pelimpahan tersebut Muchdi mengajukan dua permintaan. Pertama, minta segera perkaranya dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. "Kedua, beliau mengharapkan kebijaksanaan dari pihak penuntut umum, agar ada pengalihan bentuk tahanan dari bentuk tahanan dalam Rutan menjadi jenis tahanan kota," ujar Lutfie.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Apa pertimbangan permintaan pengalihan menjadi tahanan kota? "Pertimbangan dari pihak," tambah Lutfie. Karena ditolak, Muchdi tetap menjadi tahanan Kejaksaan. Seperti waktu menjadi tahanan Polri, Muchdi tetap ditahan di Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok.(Persda Network/yls)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Sumber: http://www.tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=17335&amp;amp;kategori=22&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7152553373856732739?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7152553373856732739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7152553373856732739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7152553373856732739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7152553373856732739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/08/jaksa-maju-ambarita-periksa-berkas.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-4501263871650464701</id><published>2008-08-14T13:23:00.003+07:00</published><updated>2008-08-14T13:33:59.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarombo/Silsilah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hubungan Kekerabatan atau Partuturon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dalam Budaya Batak Toba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh ASM. Ambarita (Op. Batara) untuk Milis Ambarita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA Batak Toba sangat kaya akan istilah hubungan kekerabatan (partuturon), sehingga bagi mereka yang tidak mengikutinya sejak kecil akan sulit menggunakannya dengan benar.&lt;br /&gt;Oleh karena itu banyak orang Batak yang tidak begitu faham mengenai hubungan kekerabatan (partuturon), terutama mereka yang lahir dan besar di perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Batak, partuturon  adalah sangat penting, karena partuturon adalah untuk  mengetahui hubungan kekerabatan kita satu sama lain dan menentukan bagaimana kita menyapa lawan bicara kita.  Dalam upacacara adat, partuturon  adalah dasar untuk mengetahui posisi kita, yaitu  unsur mana kita dalam  dalihan na tolu.  Pada suatu saat kita bisa Dongan Tubu, di saat lain menjadi Boru dan dilain kesempatan menjadi Hula-hula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita salah dalam menyapa kerabat kita, maka bisa terjadi orang yang disapa tersebut menjadi tersinggung, karena merasa kurang dihargai pada posisinya yang sebenarnya. Juga partuturon ini sangat menentukan dalam pembagian jambar dalam acara adat.  Oleh karena itu kita masyarakat Batak wajib memahami hubungan kekerabatan atau yang dalam bahasa Batak disebut Partuturon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah  “Partuturon” yang lazim dipakai dalam Budaya Batak Toba, kiranya dapat berguna bagi pembaca milis ini:&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Catatan : “Saya” adalah saya yang sedang membaca tulisan ini :&lt;br /&gt;1. Ahu atau au, adalah sebutan bahasa Batak Toba untuk “Saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Amang Saya ialah bapak kandung saya, disapa dengan Amang atau Among.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Amang  juga digunakan untuk menyapa :&lt;br /&gt;   • Simatua doli = mertua laki-laki&lt;br /&gt;   • Hela = menantau laki-laki&lt;br /&gt;   • Haha doli = abang dari suami (saya perempuan)&lt;br /&gt;   • Amang naposo = adik kandung laki-laki atau selevel dengan mertua (saya perempuan).&lt;br /&gt;   • Amang bao = besan laki-laki (saya perempuan)&lt;br /&gt;   • Panggilan kasih sayang kepada suami.&lt;br /&gt;   • Panggilan kasih sayang kepada anak laki-laki.&lt;br /&gt;   • Panggilan umum untuk semua Bapak-bapak yang kita hormati (sebelum diketahui&lt;br /&gt;     hubungan kekerabatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Inang saya ialah ibu kandung saya, disapa dengan Inang atau Inong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Inang juga digunakan untuk menyapa :&lt;br /&gt;       • Simatua boru = mertua perempuan&lt;br /&gt;       • Parumaen = menantu perempuan  (saya lak-laki).&lt;br /&gt;       • Anggi boru = istri dari adik (saya laki-laki)&lt;br /&gt;       • Inang naposo (saya perempuan)&lt;br /&gt;       • Inang bao, besan perempuan (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Panggilan kasih sayang kepada istri.&lt;br /&gt;       • Panggilan kasih sayang kepada anak perempuan&lt;br /&gt;       • Panggilan umum kepada semua Ibu-ibu yang dihormati (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;         kekerabatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ompung Suhut saya ialah ayah dan ibu dari bapak saya.  Ayah dari bapak saya ialah Ompung&lt;br /&gt;    Doli, dan ibu dari ayah saya ialah Ompung Boru,  keduanya disapa dengan Ompung (baca:          oppung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ompung juga digunakan untuk menyapa:&lt;br /&gt;       • Ompung Doli dan Ompung Boru dari pasangan saya.&lt;br /&gt;       • Panggilan umum kepada semua orang tua (sebelum diketahui hubungan kekerabatan).&lt;br /&gt;       • Panggilan kasih sayang kepada cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Amang-tua saya ialah abang dari bapak saya, dipanggil Amangtua/bapak tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Amang-tua saya ialah juga:&lt;br /&gt;       • Suami dari kakak-perempuan ibu saya.&lt;br /&gt;       • Bapak dari ompung doli saya (amang tua mangulahi), ada juga menyebut ompung nini.&lt;br /&gt;       • Semua yang dipanggil abang oleh bapak saya (mis: karena hubungan marga atau abang&lt;br /&gt;         pariban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Inang Tua saya ialah istri dari amang tua saya, disapa dengan Inangtua/omatua/mamatua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Inang Tua saya adalah juga:&lt;br /&gt;       • Kakak perempuan dari ibu saya.&lt;br /&gt;       • Ibu dari ompung doli saya (inang tua mangulai).&lt;br /&gt;       • Isteri dari orang yang dipanggil abang oleh bapak saya, termasuk abang pariban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Amang-uda saya ialah adik laki-laki dari bapak saya, disapa dengan Amanguda/bapak uda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Amang-uda juga dipakai untuk menyapa :&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang dipanggil adik oleh bapak saya, termasuk adik pariban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Inang-uda saya ialah isteri dari amang-uda saya, disapa dengan inanguda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Inang-uda saya adalah juga :&lt;br /&gt;       • Adik perempuan dari ibu saya yang sudah menikah (adik pariban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Inang-baju saya ialah adik perempuan dari ibu saya yang belum menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Angkang Baoa saya (saya laki-laki) adalah saudara laki-laki saya yang lebih tua dari saya&lt;br /&gt;       (saya laki-laki), dipanggil Angkang (baca: akkang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Angkang Baoa adalah juga (saya laki-laki) :&lt;br /&gt;       • Semua putra amang tua saya.&lt;br /&gt;       • Suami dari kakak perempuan istri saya.&lt;br /&gt;       • Suami dari kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Angkang Boru saya (saya laki-laki) ialah istri dari angkang baoa saya, disapa dengan   &lt;br /&gt;     Angkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Angkang Boru saya adalah juga:&lt;br /&gt;       • Suami dari kakak istri saya.&lt;br /&gt;       • Kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Istri dari abang suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Anggi saya ialah (saya laki-laki) adik laki-laki saya, disapa dengan anggi atau anggia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Anggi saya juga:&lt;br /&gt;       • Semua anak laki-laki dari Amang Uda saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang memanggil angkang kepada saya.&lt;br /&gt;       • Adik perempuan dari isteri saya.&lt;br /&gt;       • Adik perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Adik laki-laki dari suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Haha Doli saya (saya perempuan), disapa dengan  Amang, ialah:&lt;br /&gt;       • Abang dari suami saya.&lt;br /&gt;       • Semua yang dipanggil abang oleh suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Anggi Boru saya (saya laki-laki) , disapa dengan Inang, ialah :&lt;br /&gt;       • Isteri dari adik saya.&lt;br /&gt;       • Semua isteri dari yang panggil abang kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tunggane Boru (= Parsonduk Bolon ) (saya laki-laki) ialah isteri saya, disapa dengan Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Tunggane Doli (= Sinonduk)  saya (saya perempuan) ialah suami saya, disapa dengan Amang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Anak saya adalah anak laki-laki saya, dipanggil Anaha, atau Amang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Anak saya, juga anak dari isteri saya:&lt;br /&gt;       • Anak laki-laki dari abang dan adik laki-laki saya.&lt;br /&gt;       • Anak laki-laki dari pariban saya.&lt;br /&gt;       • Anak laki-laki dari yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Parumaen saya, juga parumaen dari isteri saya, dipanggil Inang (saya laki-laki) ialah:&lt;br /&gt;       • Isteri dari anak saya.&lt;br /&gt;       • Parumaen dari abang dan adik saya&lt;br /&gt;       • Parumaen dari pariban saya.&lt;br /&gt;       • (isteri saya memanggil parumaen saya dengan namanya atau panggoaranna = nama&lt;br /&gt;         berdasarkan anaknya yang tertua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Pahompu saya adalah putra dan putri dari anak-anak saya, dipanggil Pahompu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Pahompu saya adalah juga pahompu isteri saya:&lt;br /&gt;       • Pahompu dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Pahompu dari pariban saya.&lt;br /&gt;       • Semua yang memanggil ompung kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Nini saya adalah cucu dari putra saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Nono saya adalah cucu dari putri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Ondok-ondok saya adalah cucu dari cucu laki-laki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Iboto atau Ito saya (saya laki-laki), ialah kakak dan adik perempuan saya, disapa dengan           Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Iboto atau Ito saya (saya laki-laki) adalah juga:&lt;br /&gt;       • Semua anak perempuan dari amang-uda dan amang-tua saya.&lt;br /&gt;       • Semua anak perempuan dari Namboru saya.&lt;br /&gt;       • Semua perempuan yang semarga dan sebaya dengan saya, (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;          kekerabatan).&lt;br /&gt;       • Iboto dari ompung saya (ito mangulahi).&lt;br /&gt;       • Ito juga panggilan umum kepada semua perempuan yang sebaya, yang belum ada                         hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Iboto atau Ito saya (saya perempuan) adalah abang dan adik laki-laki saya, disapa dengan             Ito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Iboto atau Ito (saya perempuan) saya adalah juga :&lt;br /&gt;       • Semua anak laki-laki dari amang-uda dan amang-tua saya.&lt;br /&gt;       • Semua anak laki-laki dari Tulang saya.&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang semarga dan sebaya dengan saya, (sebelum diketahui hubungan&lt;br /&gt;          kekerabatan).&lt;br /&gt;       • I t o juga panggilan umum kepada semua laki-laki yang sebaya, sebelum diketahui                       hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;       • I t o juga panggilan kepada cucu iboto saya ( i t o mangulahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39.  L a e  saya (saya laki-laki) ialah suami dari i t o saya, disapa dengan  L a e .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40.  Lae  juga dipakai untuk menyapa (hanya antarlaki-laki):&lt;br /&gt;       •  L a e  dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Ito dari istri saya (tunggane).&lt;br /&gt;       • Semua putra dari Tulang saya.&lt;br /&gt;       • Anak laki-laki dan menantu laki-laki dari amang-boru saya.&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang sebaya dengan saya yang beristerikan yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang memanggil  Lae  kepada saya.&lt;br /&gt;       • Panggilan umum untuk semua laki-laki, sebelum diketahui hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Bere saya adalah juga bere istri saya, ialah putra dari iboto saya, dan cucu laki-laki dari                 amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Bere adalah juga abang dan adik menantu laki-laki (hela) saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Ibebere saya adalah juga ibebere dari isteri saya, ialah putri dari i t o saya dan cucu                         perempuan dari amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Bere/Ibebere saya pada umumnya, semua yang ibunya semarga dengan saya (saya                     laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Pariban saya ialah :&lt;br /&gt;       • Putri Tulang saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Putra dari namboru saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Saudara perempuan dari isteri saya dan suaminya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Saudara perempuan saya dan suaminya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Semua perempuan yang semarga dengan isteri saya dan suaminya (sayalaki-laki).&lt;br /&gt;       • Semua perempuan yang semarga dengan saya dan suaminya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Pariban so olion saya ialah :&lt;br /&gt;       • Cucu perempuan  dari Tulang ibu saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Cucu laki-laki dari namboru bapak saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Amang Bao saya (saya perempuan), disapa dengan Amangbao, atau Amang, atau Bao, ialah :&lt;br /&gt;       • Suami dari iboto suami saya.&lt;br /&gt;       • Amang Bao dari kakak adik saya.&lt;br /&gt;       • Suami dari putri amang-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Inang Bao saya (saya laki-laki), disapa dengan Inangbao, atau Inang, atau . Bao, ialah :&lt;br /&gt;       • Isteri dari iboto isteri (tunggane) saya.&lt;br /&gt;       • Inang Bao dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Isteri dari putra Tulang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Eda saya (saya perempuan), disapa dengan Eda, ialah :&lt;br /&gt;       • Isteri dari iboto saya.&lt;br /&gt;       • Putri dari Tulang saya.&lt;br /&gt;       • Iboto dari suami saya.&lt;br /&gt;       • Putri dari namboru saya.&lt;br /&gt;       • Panggilan umum kepada semua perempuan yang sebaya, yang belum diketahui  hubungan         kekerabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Namboru saya ialah iboto dari bapak saya, disapa dengan Namboru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Namboru juga dipakai untuk menyapa:&lt;br /&gt;       • Namboru suami saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Mertua perempuan dari iboto saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Mertua perempuan dari kakak perempuan saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Ibu dari amang bao saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Amang-boru saya ialah suami dari namboru saya, disapa dengan Amangboru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Boru saya adalah putri saya, disapa dengan Boru, I t o atau Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Boru saya adalah juga boru dari isteri saya, yaitu :&lt;br /&gt;       • Boru dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Boru dari yang semarga dengan saya.&lt;br /&gt;       • Boru dari pariban saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Boru Tubu saya ialah putri kandung saya dan i t o kandung saya (saya laki-laki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Boru Diampuan saya:&lt;br /&gt;       • Semua boru tubu dari abang dan adik kandung saya.&lt;br /&gt;       • Semua boru kandung dari amang-tua dan amang-uda kandung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Boru Namatua saya ialah:&lt;br /&gt;       • Amang boru/namboru dari bapak saya.dan keturunannya.&lt;br /&gt;       • Amang-boru/namboru saya dan keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Hela saya juga hela dari isteri saya, disapa dengan Amanghela atau Amang, ialah:&lt;br /&gt;       • Suami dari putri saya&lt;br /&gt;       • Suami dari putri-putri abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Hela dari abang dan adik saya.&lt;br /&gt;       • Hela dari pariban saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Simatua ni Boru saya, ialah orang tua dari hela saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;60. Boru saya juga boru dari isteri saya, adalah semua orang yang isterinya semarga dengan                 saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Tulang saya adalah iboto dari ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Tulang juga dipakai untuk menyapa :&lt;br /&gt;       • Iboto dari inang-tua dan inanguda saya.&lt;br /&gt;       • Panggilan untuk anak laki-laki dari tunggane (= tulang naposo) saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Bapak dari ompung bao saya (tulang mangulahi).&lt;br /&gt;       • Tulang juga adalah panggilan umum untuk kelompok hula-hula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Nantulang saya ialah isteri dari tulang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Nantulang juga panggilan untuk :&lt;br /&gt;       • Isteri dari abang dan adik tulang saya.&lt;br /&gt;       • Ibu dari ompung bao saya (nantulang mangulahi).&lt;br /&gt;       • Isteri dari putra tunggane saya (nantulang naposo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Tunggane saya (saya laki-laki) ialah iboto dari isteri saya, disapa dengan  L a e .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Tulang Naposo (Paramaan) saya (saya laki-laki) adalah putra dari tunggane saya, dipanggil Tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Amang Naposo (Paramaan) saya (saya perempuan) , dipanggil Amang, ialah :&lt;br /&gt;       • Putra dari iboto saya.&lt;br /&gt;       • Semua laki-laki yang memanggil namboru kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Inang Naposo saya ialah istri amang naposo saya (saya perempuan), dipanggil Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Maen saya ialah :&lt;br /&gt;       • Putri dari tunggane saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;       • Putri dari iboto saya (saya perempuan).&lt;br /&gt;       • Semua yang memanggil amang-boru atau namboru kepada saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;70. Simatua saya (saya laki-laki) ialah orang tua dari isteri saya. Simatua-doli disapa dengan             Amang, dan Simatua-boru disapa dengan Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. Simatua saya (saya laki-laki) termasuk :&lt;br /&gt;       • Abang dan adik simatua-doli saya.&lt;br /&gt;       • Kakak dan adik-perempuan  simatua-boru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Simatua saya (saya perempuan) ialah orang tua dari suami saya.  Simatua-doli disapa                     dengan  Amang dan simatua-boru disapa dengan Inang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. Simatua saya (saya perempuan) termasuk abang dan adik dari simatua saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. Hula-hula saya adalah juga hula-hula istri saya, yaitu mertua saya serta abang dan adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. Hula-hula pada umumnya sebutan kepada pihak yang semarga dengan mertua dan                         semuaTulang saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. Bona Tulang saya ialah hula-hula ompung saya atau tulang bapak saya dan keturunannya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. Tulang Rorobot saya ialah tulang ibu saya beserta keturunannya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. Bona ni Ari saya ialah tulang dari ompung saya dan keturunannya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. Ompung Bao saya ialah orang tua dari ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. Hula-hula marhaha-maranggi saya (saya laki-laki) ialah :&lt;br /&gt;       • Mertua (hula-hula) dari abang dan adik laki-laki saya.&lt;br /&gt;       • Hula-hula amang-tua dan amang-uda saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. Hula-hula Naposo (Hula-hula Parsiat) saya (saya laki-laki) ialah :&lt;br /&gt;       • Mertua (hula-hula) dari putra saya.&lt;br /&gt;       • Mertua (hula-hula) putra abang dan adik kandung saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;82. Hula-hula Sijungkot saya ialah mertua (hula-hula) dari pahompu saya (saya laki-laki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partuturon ini disusun berdasarkan pengalaman mengikuti partuturon sehari-hari dan informasi dari berbagai sumber, disadari bahwa pasti ada kekurangan atau tidak sesuai dengan pendapat pembaca,  untuk mana diharapkan kritik dan perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jolo tinittip sanggar asa binahen huru-huruan,&lt;br /&gt;Jolo sinungkun marga asa binoto partuturon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-4501263871650464701?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/4501263871650464701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=4501263871650464701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/4501263871650464701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/4501263871650464701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/08/hubungan-kekerabatan-atau-partuturon.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7476722248886970577</id><published>2008-07-20T13:09:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T13:11:00.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Pencipta Lagu "Bunga Na Bontar" Tutup Usia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 Juli 2008 | 14:11 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RATUSAN karangan bunga dukacita berjejer di Jalan Siaga Raya, Pejaten, Pasar Minggu, Jumat (18/7). Deretan bunga itu menambah suasana duka di kediaman Godman Ambarita, pencipta lagu Bunga Na Bontar, satu nyanyian cinta yang melegenda dari daerah Batak Toba, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagu-lagu daerah Tapanuli sudah banyak yang diciptakan almarhum, di antaranya berjudul Bunga Nabontar, Uju Mangolu, dan Anggar Pareman," kata Sarido Ambarita, adik bungsu Godman Ambarita, kepada Persda Network di rumah duka, Jumat (18/7) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman meninggal dalam usia 63 tahun akibat serangan jantung, Rabu (16/7) pukul 03.00, dan akan dikebumikan di TPU Pondok Ranggon Sabtu  ini. "Bapak sudah tiga kali mengalami serangan jantung. Ini serangan keempat kali yang menyebabkan bapak meninggal," kata Reinhard Ambarita, anak bungsu almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarido, yang baru tiba beberapa menit dari tempat kelahiran almarhum di Parapat, Danau Toba, Sumatera Utara, mengungkapkan, lagu Bunga Nabontar (bunga warna putih) diciptakan Godman ketika masih muda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Memang sejak masih sekolah di bangku SMA di Siantar, Abang Godman sudah mengarang lagu. Bunga Nabontar misalnya, sudah lama populer sebelum dipopulerkan kembali oleh Trio Maduma awal tahun 1990-an," kata Sarido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setamat SMA, Godman merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota, ayah empat anak ini kemudian berkarier di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan jabatan struktural sebagai Kepala PDAM Jakarta Utara. Saat tutup usia, Godman masih menjabat Direktur Eksekutif DPP Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa seni mengalir di dalam darah Godman dan keluarga. Pentolan grup musik Trio Amsisi, Iran Ambarita, adalah adik kandung almarhum. Mereka berdua bahkan aktif membentuk band Exalom (Eks Anak Lombok) tahun 2006 dengan lagu andalan Tiri-tiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman dalam situs exalom.com menuliskan pengalaman-penalamannya sejak kecil, termasuk kisah mencipta lagu-lagu Tapanuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun 1964, tutur Godman, dia diajak teman satu sekolah bernama Balson Sinaga ke kampungnya di Saribu Jawa, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Letaknya di pedalaman dan harus jalan kaki sejauh 10 km. Tidak ada kendaraan yang menyentuh daerah pertanian yang sangat subur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada malam hari saya diajak martandang tentu saja dengan petikan gitar sembari bernyanyi menyusuri tegalan sawah di tengah kegelapan. Tiba di sebuah rumah tempat martandang saya berkenalan dengan seorang pemuda desa," tutur ayah empat anak ini. Dalam kegelapan malam, mereka sempat bernyanyi beberapa lagu sambil melirik gadis-gadis desa yang ada di rumah itu. Seusai bernyanyi, pemuda itu bercerita tentang nasib malang yang menimpanya, yakni pacarnya memutuskan hubungan mereka, ia menikah dengan pemuda lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ceritanya sederhana tapi raut wajahnya sangat sedih. Hati saya terharu mendengar ceritanya dan terlintas di benak saya atas senandung kesedihan yang menimpanya. Saya berjanji dalam hati akan menuangkan dalam sebuah lagu sebagai kenangan untuknya. Dalam tempo satu minggu saya menciptakan lagu Bunga Nabontar," tulis Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, "Sengaja saya memperkenalkan kembang berwarna putih tanda ikhlas melepas sang kekasih dan sikap si pemuda yang tidak mau datang ke pesta pacarnya, menjadi salah satu bait pemanis lagu itu. Sangat saya sadari bahwa masa itu perkawinan Batak belum mengenal pemberian kembang kepada pengantin, apalagi di pedesaan. Tapi agar menarik perhatian pendengar saya coba merekayasa dalam untaian kata-kata, seperti yang tertuang dalam lagu Bunga Nabontar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bunga Nabontar sering dinyanyikan oleh John Liat Samosir (JLS) bersama Godman jika ada acara martandang atau di lapo tuak di luar grup Rospita Berteman. Kemudian bersama John Liat Samosir dan Jules Ambarita, kami pertama sekali tampil bernyanyi di RRI Sibolga (live) tahun 1965.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertiga menyanyikan beberapa lagu, antara lain Uju Mangolu, Bunga na Bontar, dan O Ale Rospita. Selama berada di kota Sibolga, kami sempat berkeliling dari mulai Sibolga Julu, Simare-mare, bernyanyi di gereja Sambas dan melancong ke Sarudik yang terkenal dengan tempat rekreasi. Sewaktu berada di kota Sibolga, keindahan teluk Sibolga dan keramahan penduduknya mendorong saya menciptakan lagu Tapian Nauli. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7476722248886970577?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7476722248886970577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7476722248886970577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7476722248886970577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7476722248886970577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/pencipta-lagu-bunga-na-bontar-tutup.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-5913837315711648449</id><published>2008-07-20T13:07:00.002+07:00</published><updated>2008-07-20T13:11:28.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Belajar Petik Senar walau Tanpa Gitar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUJALO doi suratmi ito na ro tu ahu&lt;br /&gt;Tarsonggot do ahu manjahai&lt;br /&gt;Didokkon ho lupahononmu sude&lt;br /&gt;Janjimi da na tu ahu di borngini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manetek ilu sian simalolonghi ito&lt;br /&gt;Marningot sude janjimi&lt;br /&gt;Hape di na laho muli nimmu ho&lt;br /&gt;Didokkon ho ma tua sirang ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parrrohahon ma i bungahi bahen ma i dilambung mi&lt;br /&gt;Bunga nabontar na hulehon tu ho&lt;br /&gt;Ai anggo ahu ndang naro tu pesta mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITULAH syari-syair Bunga Nabontar lagu daerah Tapanuli, Sumatera Utara, ciptaan Godman Ambarita. Lagu ini dipopulerkan kembali duet Bunthora Situmorang dan Jhonny Manurung, awal tahun 1990-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman, seniman dan pencipta lagu-lagu Tapanuli meninggal pada usia ke-63, dan telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (19/7). Sejak masa SMA hingga masa tuanya, puluhan lagu telah dihasilkan, dan tiga tahun terakhir aktif menangani kelompok band Exalom selaku Produser Eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat bangga punya bapak seperti dia," ujar Reinhard Ambarita putra almarhum di rumah duka Jalan Siaga Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (18/7) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Godman banyak dihasilkan tahun 1970-an, ketika masih SMA. Kemudian merantau ke Jakarta, dan akhirnya meniti karier hingga kepala Perusahaan Daerah Air Minum Jakarta Utara. Hingga tutup usia, Godman tetap mengurusi masalah air selaku Direktur Eksekutif DPP  Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesibukan itu, waktu untuk mencipta lagu tidak dapat dilakukan sepenuh hati. Kerinduan pada kesenian daerah diwujudkan kembali setelah pensiun musik melalui band Exalom, tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu yang diciptakan melalui pendalaman makna terhadap keseharian, diangkat kembali. Bagaimana Godman Ambarita memandang filosofi dari keseharian tergambar pada lagu-lagu ciptaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencipta dan berkarya, bukan hanya sambilan, tapi adalah passion, melalui lagu&lt;br /&gt;dia ingin mempersembahkan  karya terbaik bagi masyarakat, dan&lt;br /&gt;pencinta lagu Batak Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman diilhami oleh perjalanan hidup dan kegetiran masa remaja, dan bagaimana lingkungan pergaulannya menjadi sumber inspirasi menjadi lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kesenian itu dituangkan Godman dalam tulisan yang diberi titel Di Balik Cinta Musik, Belejar Gitar dan Lapo Tuak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu saya duduk di bangku SMP pada tahun 1959, sebagai anak yang beranjak remaja ingin sekali dapat memainkan senar gitar.Tapi apa daya saya tak punya gitar. Minta dibelikan gitar sama orang tua mustahil. Makan saja susah. Pemberontakan PRRI tahun 1958-1960 membuat kehidupan penduduk di sekitar tepian Danau Toba makin susah. Namun hati saya tetap bergemuruh ingin pandai memetik gitar sambil bernyanyi," tulis Godman dalam situs kelompok Band Exalom yang didirikannya tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tanpa gitar, semangat Godman Ambarita tak putus belaja gitar. Caranya, laki-laki kelahiran Parapat, 4 Juni 1945 itu tak jemu-jemu menyimak seniornya memetik senar gitar. Di kala sendiri dia mencoba mempraktekkan walau tanpa gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik gitar pun waktu itu masih sangat terbatas. Tidak lebih dari jari sebelah tangan. Didorong rasa ingin tahu terpaksa pinjam sana pinjam sini. Kendati pemain gitar kurang disukai masyarakat, ayah empat anak itu tidak peduli. Kata hati lebih kuat daripada kata orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kunci nada C pertama sekali saya kuasai terasa indah sekali alunannya lalu mendorong saya untuk mempelajari kunci nada yang lain. Setiap mendengar petikan senar gitar hati saya selalu menggelora. Tujuan utama saya sederhana, dapat main gitar sambil bernyanyi, itu saja. Caranya, saya tidak segan-segan meminjam gitar teman atau pergi ke lapo tuak mempelajari cara orang main gitar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau ada pemuda-pemuda yang sedang bermain gitar, dengan sabar memperhatikan cara mereka memetik gitar. Di samping ingin pandai memetik gitar, ia juga suka mendengar musik, baik tradisional maupun pop Batak dan Barat. Pendek kata mendengar musik merupakan kegemarannya. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-5913837315711648449?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/5913837315711648449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=5913837315711648449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5913837315711648449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5913837315711648449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/mengenang-pencipta-bunga-nabontar_9631.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7672696097762790264</id><published>2008-07-20T13:06:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T13:12:07.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Curi-curi Waktu ke Lapo Tuak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGEMARAN Godman Ambarita mendengar musik tersalur karena kebetulan stasiun Radio Republik Indonesia (RR)I Medan sering menyiarkan acara Tapanuli Populer setiap hari Minggu. Dua penyanyi ternama dan belakangan menjadi legenda penyanyi Tapanuli, Nahum Situmorang, dan Ismail Hutajulu tampil secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesibuk apapun, kalau Nahum Situmorang bersama group Solu Bolon mengisi acara di radio, kegiatan akan saya hentikan," kata Godman mengenang masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1960-an setiap hari Minggu jam 14.00-15.00, RRI Medan menyiarkan vocal group Solu Bolon mengumandangkan lagu-lagu Tapanuli seperti Denggan ni Lagumi, Maragam-ragam, Pulo Samosir, Toba Holbung, Modom ma Damang Ucok, Dengke Jair dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godman mengaku, sejak kecil telah menggemari berat Opera Batak Tilhang. Boleh disebut lagu-lagu yang didendangkan vocal group Solu Bolon maupun Opera Tilhang sungguh sangat meresap dan menggetarkan hatinya dan mendorong ingin cepat main gitar. Keinginan itu muncul dan menggebu-gebu setiap usai mendengar alunan suara dari Solu Bolon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana caranya, sementara saat itu Godman tidak memiliki gitar atau alat musik lainnya? Caranya adalah ia sering-sering  pergi ke lapo tuak, atau warung penjual aren/nira khas Batak yang lazim dikunjungi orang sambil bernyanyi dengan iringan gitar. Kala lapo sepi pengunjung, dan gitar menganggur, dimanfaatkan Godman untuk belajar memetik senar gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jujur saya akui bahwa sekitar tahun 1960-an di Parapat, tidak banyak remaja yang seusia saya mau belajar gitar karena dianggap pargaul atau preman. Namun demikian saya tetap cinta musik, belajar gitar dan menyanyi. Rasanya indah kalau sudah dapat menyanyi sambil memetik gitar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk menambah perbendaharaan musik, setiap Minggu pagi jam 07.00-08.00, ia rajin mendengarkan lagu-lagu Pop Barat melalui program "Music City" dari Radio Singapura dan berlanjut dari jam 08.00-09.00 dari Radio Malaysia., yang terdengar dengan terang di Siantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai dengan tahun 1964, mantan Kepala PDAM Jakarta Utara itu mengaku tidak pernah absen mengikuti perkembangan lagu-lagu Pop Barat. Beberapa lagu yang sangat terkesan dan saya sukai saat itu seperti: A Little Bit a Soap, Spanish Harlem(Chiff Richard), Sukyaky, Sealed With a Kiss, Sad Movies, I Need U (Ricky Nelson), Eighteen Yellow Roses, Roses are Red My Love, Twist (Chubby Checker), Send Me The Pillow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu Koes Bersaudara yang lagi top saat itu seperti Oh Kasihku, Senja, Pagi yang Indah, Telaga Sunyi, dan Dewi Rindu menjadi favorit Godman. Termasuk juga menyukai lagu Patah Hati dari Rahmat Kartolo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu belum ada tape recorder sehingga semua lagu direkam dalam piringan hitam dan diputar melalui gramophone. Gramophone termasuk barang mewah, sehingga hanya mereka yang tergolong orang kaya yang memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bagi remaja yang pernah bersekolah di Pematang Siantar, sekitar tahun 1963, pasti pernah merasakan asyiknya mendengar hingar-bingar lagu-lagu Pop Barat dan Indonesia yang diputar melalui gramophone di kedai penjual Es Johor yang berada di Jalan Cipto. Masa itu Jalan Cipto merupakan tempat rendezvous para remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Singkatnya, begitu bisa main gitar saya rajin mempraktekkan sambil bernyanyi. Manakala saya menyanyikan lagu-lagu pop Barat atau Indonesia di lapo tuak atau martandang di pelosok desa sudah pasti menjadi pusat perhatian orang karena remaja-remaja masa itu paling-paling menyanyikan lagu opera Batak. Suatu kebanggaan tersendiri yang tidak dapat dinilai dengan uang." (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7672696097762790264?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7672696097762790264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7672696097762790264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7672696097762790264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7672696097762790264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/mengenang-pencipta-bunga-nabontar_6184.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-727191064479606519</id><published>2008-07-20T13:05:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T13:12:51.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-style: italic;"&gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Kisah Nyata Diadopsi Menjadi Roh Lagu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAN tapi pasti, Godman Ambarita akhirnya mahir memainkan gitar. Kini keinginannya meningkat dari sekadar memainkan gitar dan melantunkan lagu karya orang lain menuju keinginan mengarang lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula tahun 1963. Saat itu, seakan ada gejolak yang menggemuruh di hatinya untuk mencipta sebuah lagu. "Saya berpikir harus tampil beda dengan warna musik Batak. Lalu saya mencoba mengadopsi musik Rock and Roll yang sedang trendi saat itu. Tema lagunya saya sesuaikan pula dengan kondisi remaja, yakni dengan adanya kecenderungan sok jadi preman dengan pola konsumerisme gonta-ganti pakaian, walaupun pinjam-meminjam," kenang Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah inspirasi mengangkat tingkah polah kaum remaja anak-anak orang berada yang asyik hilir-mudik mengendarai sepeda motor Honda atau Vespa yang merupakan barang mewah. Lalu memakai pakaian jenis trelinin, teteron berbahan dari polyester yang tidak perlu disetrika dan mengenakan celana wol yang hanya dimiliki oleh anak-anak orang kaya. Perilaku remaja tersebut dirangkum dan tuangkan dalam lagu "Anggar Pareman" (Sok Jadi Preman), lagu jenaka dan merupakan ciptaan pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Dalam mencipta lagu, saya berusaha menggali dari kehidupan nyata, tapi dengan nuansa baru dan tempo musik yang khas. Contohnya, kisah Ibu tiri yang kejam dengan judul "Uju Mangolu" (Ketika masih Hidup) . Lagu ini diangkat dari kisah sedih seorang anak yang selalu menangis tiap malam bersenandung karena kerinduan pada ibunda tercinta yang sudah meninggal. Sedangkan sang ayah menikah lagi sehingga anak-anaknya tercerai-berai, homebroken.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata dari seorang sahabat, Tahir Manik, yang tinggal bersama Godman waktu sekolah di Pematang Siantar. "Selama berbulan-bulan Tahir selalu menangis tersedu-sedu terutama malam hari membuat hati saya serasa disayat-sayat. Pelan-pelan saya petik gitar mengikuti lengkingan kepiluan yang menimpa dirinya. Walau sedih, tidak dalam bentuk "andung" (rintihan). Pada waktu saya menyanyikan Uju Mangolu, Tahir menangis tersedu-sedu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata masih mengilhami karya selanjutnya. Medio tahun 1964, ia diajak teman satu sekolah, Balson Sinaga ke kampungnya di Saribu Jawa, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumut. Letaknya di pedalaman dan harus jalan kaki sejauh kurang lebih 10 km. Belum ada kendaraan bermotor ke daerah pertanian yang sangat subur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari Godman diajak martandang (apel perempaun) tentu saja dengan petikan gitar sembari bernyanyi menyusuri tegalan sawah di tengah kegelapan. Tiba di sebuah rumah tempat martandang, Ia berkenalan dengan seorang pemuda desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cepat akrab oleh kesamaan hobi, bernyanyi. Mereka menggoda bunga desa dengan unjuk kebolehan melantunkan beberapa lagu diiringi jemari yang menari liar memetik senar gitar. Bernyanyi sembari melirik gadis-gadis desa. Usai bernyanyi bersama, sang pemuda desaitu bercerita tentang kisah asmara yang kandast karena pacarnya pergi menikah dengan pemuda lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ceritanya sederhana tapi raut wajahnya sangat sedih. Hati saya terharu mendengar ceritanya dan terlintas di benak saya atas senandung kesedihan yang menimpanya. Saya berjanji dalam hati akan menuangkan dalam sebuah lagu sebagai kenangan untuknya. Dalam tempo satu minggu saya menciptakan lagu Bunga Na Bontar (Bunga Warna Putih)," tutur Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku sengaja memperkenalkan kembang berwarna putih tanda ikhlas melepas sang kekasih dan sikap si pemuda yang tidak mau datang ke pesta pacarnya, menjadi salah satu bait pemanis lagu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat saya sadari bahwa masa itu perkawinan Batak belum mengenal pemberian kembang kepada pengantin, apalagi di pedesaan. Tapi agar menarik perhatian pendengar, saya coba merekayasa dalam untaian kata-kata, seperti yang tertuang dalam lagu Bunga Na Bontar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga Na Bontar, sering dinyanyikan berduet dengan John Liat Samosir (JLS) saat martandang atau di lapo tuak di luar group Rospita Berteman. Kemudian bersama John Liat Samosir dan Jules Ambarita (saudara kandungnya), mereka pertama sekali tampil bernyanyi di RRI Sibolga (live) tahun 1965. Mereka bertiga menyanyikan beberapa lagu antara lain Uju Mangolu, Bunga na Bontar, O Ale Rospita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama berada di kota Sibolga, mereka sempat berkeliling dari mulai Sibolga Julu, Simare-mare, bernyanyi di gereja Sambas dan melancong ke Sarudik yang terkenal dengan tempat rekreasi. Sewaktu berada di kota Sibolga, keindahan teluk Sibolga dan keramahan penduduknya mendorong Godman menciptakan lagu Tapian Nauli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari Sibolga, Godman dan dua temannya menumpang sebuah truk pengangkat batu untuk menghemat ongkos. Kemudian truk yang ditumpangi berhenti di rumah makan di Adian Hoting, lokasi persinggahan yang terkenal dengan sajian rumah makan yang enak masakannya. Usai melahap makan, sebagaimana biasa kami melantunkan sebuah lagu. Lalu pemilik rumah makan bertanya, "Apakah kalian yang bernyanyi di RRI Sibolga beberapa hari yang lalu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serentak kami menjawab "Ya". Serta-merta beliau meminta lagu "Ina Panoroni" atau "Uju Mangolu", yang kami nyanyikan di RRI Sibolga. Menurut pengakuannya nasibnya persis sama seperti lagu itu. Saat kami bernyanyi matanya berkaca-kaca. Tatkala mau membayar makanan, beliau mengatakan, "Tidak perlu bayar, hati saya sangat puas mendengar lagu itu. Saya teringat kejamnya ibu tiri", katanya sambil mengusap air mata yang meleleh di pipinya. (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-727191064479606519?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/727191064479606519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=727191064479606519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/727191064479606519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/727191064479606519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/mengenang-pencipta-bunga-nabontar_20.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-1400934589681129163</id><published>2008-07-20T13:02:00.002+07:00</published><updated>2008-07-20T13:13:39.078+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Boaboa Habot Niroa/Duka'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Mengenang Pencipta Bunga Nabontar, Godman Ambarita (4-Habis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Tidak Pede Menyaingi Nahum Situmorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH menciptakan lagu Anggar Pareman, Godman Ambarita lalu berpikir untuk memopulerkannya. Agar dapat didengar khalayak ramai, maka dia merasakan perlu mengganden media massa. Untuk tampil ke RRI Medan sangat jauh dari harapan. Ia masih merasa sebagai pemuda desa dan belum punya nama, tidak mungkin saya bisa bernyanyi menyaingi Nahum Situmorang dan Ismail Hutajulu. "Awak ini apalah," ujar Godman berseloroh menirukan gaya bicara orang Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau rada kecul nyali, ia tetap mempunyai keinginan memopulerkan lagu karangannya. Godman pun atur siasat dan tampil sebagi pelopor, mengajak teman-teman untuk berkumpul dan belajar bernyanyi. Kebetulan pada tahun 1963, keadaan ekonomi di Parapat sungguh berat karena sepinya wisatawan yang berkunjung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untunglah didukung  wisatawan lokal yang datang dari perkebunan yang tersebar di seluruh Provinsi Sumatera Utara. Sehingga untuk menambah penghasilan rata-rata anak-anak remaja Parapat terpaksa terjun mencari duit di lokasi rekreasi, menjual jasa mulai dari menyewakan tikar, sampan dan pelampung, tukang parkir hingga menjadi calo kapal penumpang yang akan membawa wisatawan berlibur ke Pulau Samosir. Para calo kapal tersebut disebut agen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bersama teman-temannya yang bekerja satu profesi sebagai agen yakni Jangkit Sirait, Neger Laut Sinaga, Pariel Silalahi, Jules Ambarita, Willy Hutapea, setiap hari Minggu sore setelah wisatawan pulang berkumpul di lapo tuak Sihombing yang terletak di Siburak-burak Tigaraja, Parapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambil ber-lisoi minum tuak kami bersama-sama mempelajari lagu Anggar Pareman. Dan di lapo itu pulalah kami selalu berlatih setiap ada lagu baru yang saya ciptakan," urai Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA dari Narumonda Porsea, tahun 1966, ia berangkat merantau ke Jakarta. Dasarnya, ia berpikir kalu tetap di kampung tidak akan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Berhubung kehidupan penyanyi selalu dicemooh waktu di kampung maka begitu di Jakarta dia bertekad untuk tidak menyentuh gitar dan tidak mau bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lingkungan kota Jakarta tidak dapat memungkinkan bernyanyi di sembarangan tempat seperti layaknya di kampung halaman. Dia mengaku jujur, sangat suka mendengarkan nyanyia entah dari tape recoder atau orang bernyanyi, tapi untuk memetik gitar apalagi menyanyi berhenti sama sekali. Ditambah lagi kehidupan di Jakarta memaksa harus bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu berjalan terus, sekitar tahun 1970-an saya terkejut, lagu Bunga Na Bontar sangat popular di kalangan orang Batak. Artis-artis Batak di Jakarta menyanyikan dalam bentuk andung (merintih/cengeng). Sebenarnya hati saya protes karena nadanya tidak sesuai dengan roh lagu itu pada waktu saya mendapatkan inspirasi di sebuah desa kecil di Saribu Jawa. Sebab walau suasana," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi, maka terjadi degradasi baik dalam bentuk nada maupun syair. Adanya perubahan itu sah-sah saja. Berhubung kala itu masih dalam tahap hidup berjuang mencari sesuap nasi dan sekolah, maka tentu. Godman tidak bisa berbuat apa-apa. Namun dia tetap punya mimpi untuk sekali waktu meluruskan dan menyanyikan Bunga Na Bontar dalam bentuk asli, termasuk Uju MAngolu dan Anggar Pareman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya pada tahun 2006 saya bertemu dengan Helmud Ambarita, Bando Simbolon dan Bona Sinaga. Kami mempunyai kesamaan nasib. Saya harus meninggalkan kecintaan saya bernyanyi di lapo tuak untuk mengubah nasib ke Jakarta, sementara mereka bertiga meninggalkan Lombok karena turis tidak ada lagi yang datang ke pulau itu," kata Godman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tadinya mengadu nasib bernyanyi di hotel-hotel berbintang di Lombok. Dan masa lalu itulah cikal bakal nama grup bang Exalom (Ex Anak Lombok). Godman menawarkan untuk merekam lagu-lagu ciptaannya dalam bentuk asli, dan mereka setuju, dan terbentuklah Exalom Band. Dengan alasan yang sanagat pribadi, Bona Sinaga hanya ikut dalam album pertama, kemudian digantikan oleh Ucok Power Sinaga. Dan untuk album kedua Dohar Simbolon turut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exalom berupaya tampil beda dari band lainnya yang telah lebih dulu eksis di belantara musik tradisional. Perpaduan antara musik modern dengan sentuhan khas musik Batak yang dinamis dan kaya dengan aksenuitas yang khas, aransemen musik yang diolah dan dikelola manajemen Exalom secara profesional memberi warna baru dalam khasanah musik Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung performance Exalom, manajemen telah mempersiapkan tim yang bekerja di belakang panggung. Godman Ambarita bertindak sebagai Produser Eksekutif, pentolan Trio Amsisi Iran Ambarita sebagai arranger merangkap Music Director. Exalom berada di bawah bendera PT Gita Karya MandiriI, perusahaan yang memanajemeni secara profesional kegiatan bermusik Exalom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-citanya menambah semarak musik daerah Tapanuli belum tuntas. Namun bagimana pun, sejarah telah mecatatkan karya ciptanya. Selamat jalan Godman! (Persda Network/Domu Damians Ambarita)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-1400934589681129163?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/1400934589681129163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=1400934589681129163' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/1400934589681129163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/1400934589681129163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/mengenang-pencipta-bunga-nabontar.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-4693771302589962828</id><published>2008-07-16T11:30:00.001+07:00</published><updated>2008-07-16T11:37:32.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habot Ni Roha'/><title type='text'>Godman Ambarita Telah Berpulang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Berita habot Ni Roha (Berita Duka&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dipanggil Bapa di Surga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara kita tercinta,&lt;br /&gt;Drs. Godman Ambarita, M.Si&lt;br /&gt;Executive Director Persatuan Perusahaan Air Minum di Seluruh Indonesia/Perpamsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amang Godman Ambarita meninggal Rabu 16 Juli 2008 pukul 10.10 di kediaman di Jalan Siaga Raya No 5 C, Pasar Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita doakan, semoga arwa, jasa dan amal perbuatan mendiang diterima di sisi Allah di Surga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-4693771302589962828?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/4693771302589962828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=4693771302589962828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/4693771302589962828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/4693771302589962828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/07/godman-ambarita-telah-berpulang.html' title='Godman Ambarita Telah Berpulang'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-976001440566061127</id><published>2008-05-15T12:48:00.003+07:00</published><updated>2008-05-15T12:52:54.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BonaPasogit_TanahKelahiran'/><title type='text'>Ambarita Trip</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AMBARITA&lt;/span&gt; just north of Tuktuk is one of the musts when visiting Samosir. The traditional village with King Siallagan's stone chairs is of interest, There are many souvenir stands between this historical object and the boat landing. There are however not so many boats anymore, but now and then there are direct connections with Parapat, normally early morning. Ambarita is also a good starting point for treks across the island. There are many nice and quiet places to stay between Tuktuk and Ambarita and along the coast north of Ambarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCvPUzKCMeI/AAAAAAAAACI/UVFCWiPdfH8/s1600-h/AMbarita_tortor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCvPUzKCMeI/AAAAAAAAACI/UVFCWiPdfH8/s200/AMbarita_tortor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200478150965998050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;http://www.sumateratourism.com/?open=toba&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-976001440566061127?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/976001440566061127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=976001440566061127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/976001440566061127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/976001440566061127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/ambarita-trip.html' title='Ambarita Trip'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCvPUzKCMeI/AAAAAAAAACI/UVFCWiPdfH8/s72-c/AMbarita_tortor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-8760180378566842249</id><published>2008-05-14T18:08:00.003+07:00</published><updated>2008-05-14T18:13:05.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BonaPasogit_TanahKelahiran'/><title type='text'>Ambarita, Desa Tua Samosir yang Creepy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCrJBDKCMdI/AAAAAAAAACA/aBx7ugYEwDE/s1600-h/Tano_ambarita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCrJBDKCMdI/AAAAAAAAACA/aBx7ugYEwDE/s200/Tano_ambarita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200189739617104338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;AMBARITA&lt;/span&gt; dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 15 menit dari Tomok. Jarak sekitar 4 km ditempuh dengan melewati sawah dan pegunungan serta bukit di kiri dan kanan jalan. Kami diturunkan di depan Kantor Pos Ambarita, lokasi yang nampaknya menjadi sentral poin kegiatan Ambarita (dicatat, hampir semua kantor administrasi Ambarita tampaknya berada di areal ini, termasuk kantor info wisata dan lapangan sepak bola ambarita yang benar benar asli pesta rakyat!).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami turun dari Kantor Pos menuju jalan dalam menuju Lapangan Sepak Bola. sejujurnya, kami sedikit was was (lagi) karena jalan masuk lokasi wisata tidak seperti yang kami bayangkan, yakni harus melewati jalan sawah, hutan, dan bahkan pekuburan. What a creepy village! tampaknya pula masyarakat Ambarita tidak terbiasa melihat turis. kami yang bercelana pendek, beransel dan mengenakan topi kupluk langsung ditatap dari segala penjuru. kami sempat sedikit jengah dengan pandangan ini. Tapi kami terus berjalan dan cukup sedikit berbangga karena beberapa penduduk dapat berbahasa Inggris, menyapa kami dengan "hello..Hello...where are you come from?". Bangga juga karena Indonesia sudah cukup maju walaupun terletak di lokasi pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak kami hampir yakin bahwa kami tersasar, terlebih tidak adanya informasi lebih jelas lagi mengenai papan petunjuk bahwa kami sedang mengunjungi lokasi wisata. Namun, setelah melewati pekuburan, danau, sawah dan hutan (sekitar 15 menit berjalan kaki), kami menjumpai apa yang kami cari. Makam Huta Siallagan dan Tempat persidangan jaman dahulu (serta tempat pemasungan). masyarakat setempat menamai situs ini Batukursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/gl.align.full.gif" alt="Rata Penuh" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://lomardasika.blogspot.com/2007/10/ambarita-desa-tua-samosir-yang-creepy.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-8760180378566842249?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/8760180378566842249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=8760180378566842249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/8760180378566842249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/8760180378566842249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/ambarita-desa-tua-samosir-yang-creepy.html' title='Ambarita, Desa Tua Samosir yang Creepy'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCrJBDKCMdI/AAAAAAAAACA/aBx7ugYEwDE/s72-c/Tano_ambarita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-5498849276308132811</id><published>2008-05-12T18:07:00.004+07:00</published><updated>2008-05-12T18:37:46.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Sangsang atau Saksang</title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgqkTKCMcI/AAAAAAAAAB4/AB7rZOmz-y8/s1600-h/Sangsang.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgqkTKCMcI/AAAAAAAAAB4/AB7rZOmz-y8/s200/Sangsang.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199452572905255362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;PADA&lt;/span&gt; setiap momen penting masyarakat Batak, senantiasi dihiasi upacar adat. Dalam suasana duka maupun duka, mulai kelahiran hingga kematian. Untuk Bmenjenguk atau berkunjung kepada bayi baru lahir misalnya disebut dengan acara mamoholi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgqXTKCMbI/AAAAAAAAABw/C0Ti4wWhMjY/s1600-h/Sangsang1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgqXTKCMbI/AAAAAAAAABw/C0Ti4wWhMjY/s200/Sangsang1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199452349566955954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Mamoholi berasal dari katan pohol, tradisi di Toba, daerah berbukit yang sangat dingin. Untuk melindungi si orok dari terpaan dinginnya cuaca, ibunya yang baru melahirkan biasanya tidur atau berbaring di dekat api, di dapur maupun perapian khusus, temporeer yang dibuatkan unutk itu. Saat di kecil kedinginan, si ibu mendekat tangannya ke api, lalu hangatnya ditularkan ke wajah atau badan di anak dengan menempelkan telapak tangan. Praktek ini berulang-ulang, saban pagi dan malam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Apakah ada sumbangsih tradisi mamoholi dengan wajah orang Batak asli yang raut mukanya sering disebut 'marsuhi-suhi' atau punya sisi-sisi menonjol? Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pada anjang sana semacam ini kental dengan nuansa adat keakraban yang dilengkapai membawa silua atau buah tangan. Kadonya bukan baju, baby walker/roda dorongan,  dan semacamnya tetapi membawa makanan berupa nsi lengkap dengan lauk-pauk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Setiap pesta adat, pihak parboru (pihak orangtua istri) lazimnya membawa dekke (ikan) Batak atau ikan mas dengan bumbu arsik. Sedangkan dari pihak par anak (orangtua suami) membawa daging, bisa hewan berkaki dua semacam daging ayam, atau hewan berkaki empat, seperti kambing, kerbau, sapi, dan lazimnya napinahan atau babi (tentu untuk orang nonmuslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bila ikan sering diarsik atau bumbu kuning, yakni ikan yang dimasak dengan air sampai nyaris mengering. Rasanya ciamik.... asam, dan memikat lidah, apalagi kalau bumbu andalimannya kental dan ketir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sedangkan dabing bambi sering dimasak sangsang atau saksang (berasal dari kata cincang), daging yang dipotong-potong kecil. Saat sudah masak, kemudian dilumuri darah hwan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Cara Membuat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lumuri daging yang dibiarkan utuh dengan campuran kecap asin, soda kue, air dan bumbu yang dihaluskan.  Diamkan selama 1-2 jam supaya bumbu meresap ke daging. Lebih enak lagi kalau daging ini dibiarkan di dalam lemari es semalaman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Panggang daging di dalam oven yang sudah dipanaskan dengan api kecil sambil dibolak-balik agar matangnya rata.  Selama memanggang, olesi daging dengan adonan pengoles yang terbuat dari campuran margarine, bawang merah dan kecap manis.  Panggang daging sampai benar-benar matang.  Biasanya kurang lebih 1 jam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Iris daging selagi masih panas lalu siap dihidangkan.   Daging ini enak dimakan dengan sambal kecap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Untuk 6 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;1 kg daging babi yang berlemak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;3 sendok makan kecap asin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;1 sdt soda kue&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;2 sdm air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;2 sdm margarine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;3 butir bawang merah, dihaluskan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;4 sdm kecap manis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bumbu yang dihaluskan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;2 sdm ketumbar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;  sdt jintan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;3 siung bawang putih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-5498849276308132811?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/5498849276308132811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=5498849276308132811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5498849276308132811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5498849276308132811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/sangsang-atau-saksang.html' title='Sangsang atau Saksang'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgqkTKCMcI/AAAAAAAAAB4/AB7rZOmz-y8/s72-c/Sangsang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-6654150846952984783</id><published>2008-05-12T17:57:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T18:05:15.481+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Arsik Ikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;2 ekor ikan (beli di Asia market)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;7 sere batang di geprek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;3 asam potong&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;5 potong lengkuas geprek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;kacang panjang (terserah seberapa banyak)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;asam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;2 kaleng bamboo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;santan sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgjYDKCMaI/AAAAAAAAABo/_Flo7h394FM/s1600-h/Arsik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgjYDKCMaI/AAAAAAAAABo/_Flo7h394FM/s200/Arsik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199444665870463394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Bumbu halus:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;cabe terserah mau pedas apa tidak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;kemeri, terserah menurut selera.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;6 b. merah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;4 b. putih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;jahe secukupnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;andaliman secukupnya (kalau tidak ada ganti dgn daun jeruk)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;kunyit&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;garam secukupnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;tomat (sebagai hiasan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Cara membuatnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ikan bersihin, setelah bersih potong jeruk dan peras airnya, bolak balik ikannya sehingga benar2 tercampur dgn air asam, campur bumbu halus dgn kacang panjang, lengkuas dan asam potong, setelah tercampur masukkan sebahagian ke dlm perut ikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Susun sere di kuali baru masukkan ikan, taburi dari atas sisa campuran bumbu dan sayur, bamboo dan daun jeruk pengganti andaliman, setelah semua masuk, baru masukkan air tutup, masak dgn api sedang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Setelah airnya agak kering, boleh di tambahin air lagi supaya duri ikannya benar2 empuk dan di cicipi rasanya, apa perlu di tambahin garam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Terakhir, kalu menurut Anda ikan sudah cukup matang dan rasanya juga sudah cukup masukkan santan dari atas dan potong tomat susun di atasnya juga, kembali tutup dan masak, terserah mau kiring apa tidak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Setelah matang angkat susun di pinggan yang besar dan lonjong.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Nah....selamat mencoba kalau ada yang kurang silahkan di tambah-tambahin, siapa tau Aku kurang tau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;http://inongi.multiply.com/journal/item/8/Masak_Arsik_Ikan_dan_Panggang_B2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-6654150846952984783?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/6654150846952984783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=6654150846952984783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/6654150846952984783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/6654150846952984783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/arsik-ikan.html' title='Arsik Ikan'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgjYDKCMaI/AAAAAAAAABo/_Flo7h394FM/s72-c/Arsik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7964279607598040831</id><published>2008-05-12T17:53:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T17:57:42.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Ikan Bumbu Arsik</title><content type='html'>Bahan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 kg ikan mas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 bh jeruk nipis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;10 btg serai, memarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 genggam daun kemangi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 bh bunga kecombrang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 lbr daun mangkokan, iris halus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdm andaliman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 btr kemiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;7 cm kunyit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 cm jahe&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 cm lengkuas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 bh asam kandis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara membuat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersihkan ikan, buang insang dan sisiknya, cuci bersih, lumuri air jeruk nipis, lalu diamkan selama 15 menit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu lumuri ikan dengan sebagian bumbu yang dihaluskan, di bagian dalam badan ikan dengan sebagian serai dan bunga kecombrang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alasi wajan dengan serai, taruh berturut-turut ikan, kemangi, kecombrang, daun mangkokan, dan asam, tuang air secukupnya hingga ikan terendam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutup wajan, masak dengan api kecil sampai matang dan air habis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Untuk 6 orang&lt;br /&gt;Tags: ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Tabloid Nova No. 903 June 2005&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7964279607598040831?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7964279607598040831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7964279607598040831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7964279607598040831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7964279607598040831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/ikan-bumbu-arsik.html' title='Ikan Bumbu Arsik'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7407216124249565378</id><published>2008-05-12T17:45:00.003+07:00</published><updated>2008-05-12T17:52:38.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Jalansutra: NANIURA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255); font-family: lucida grande;"&gt;Seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;jurumasak (chef) yang bekerja di sebuah hotel di London, menulis surat dalam bahasa Indonesia yang cukup bagus. Katanya, dia selalu membaca "Jalansutra" di Kompas Cyber Media. Suratnya itu sekaligus memprotes. Potret Anda di situ memakai topi chef, tetapi kok artikel tentang makanan dan kuliner sangat sedikit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Baiklah, "peringatan" itu membuat saya harus menulis tentang makanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCggbzKCMZI/AAAAAAAAABg/F4Jv7TRHAkk/s1600-h/Naniura.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCggbzKCMZI/AAAAAAAAABg/F4Jv7TRHAkk/s200/Naniura.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199441431760089490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Saya sangat menyukai makanan etnis. Apa saja yang berbau etnis, pasti saya lahap. Salah satunya adalah masakan Batak atau Tapanuli. Persis seperti masakan Bali yang sering dicurigai selalu mengandung bahan yang tidak halal, masakan Tapanuli pun menderita persoalan yang sama. Bahkan, karena masakan Batak mengenal adanya resep tertentu yang dibuat dari daging anjing, maka semuanya dianggap mengandung daging anjing. Padahal, masakan dari daging anjing bukanlah makanan yang paling populer dalam kuliner Tapanuli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Di Medan, ada sebuah restoran yang sengaja memisahkan bagian yang menyajikan daging anjing. Bukan saja dipisah dengan sekat, melainkan dipisah dalam dua bangunan. Bagian restoran yang menyajikan masakan dengan daging anjing di satu sisi jalan. Lalu, berseberangan jalan dengan rumah makan itu terdapat sebuah restoran lain yang menyajikan masakan-masakan yang tidak mengandung daging anjing. Di kalangan penggemar masakan Batak dikenal istilah B2 untuk daging babi, dan B1 untuk daging anjing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Yang akan kita bicarakan di sini adalah justru makanan halal yang disajikan di rumah makan masakan Tapanuli. Di jaringan rumah makan Lapo Ni Tondongta di Jakarta, selalu tersedia ayam goreng dan ikan goreng untuk mereka yang menghendaki masakan halal. Tetapi, itu 'kan tidak khas Tapanuli?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ada masakan ikan yang khas Tapanuli, disebut arsik. Ada sedikit perbedaan antara arsik Karo dan Tapanuli. Biasanya arsik Karo lebih kering, sedangkan arsik Tapanuli lebih berkuah dan encer. Jenis bumbunya pun sedikit berbeda. Kebanyakan arsik dibuat dari ikan mas, direbus atau dikukus dalam kuah bumbu kuning. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kawan-kawan Batak, sama seperti kawan-kawan dari Makassar, paling suka bagian perut ikan. (Orang Tionghoa menganggap bagian ikan yang paling enak adalah di bagian pipi. Padahal, daging pipi itu sangat sedikit). Bagian perut ikan paling berlemak dan kurang banyak durinya. Tidak heran bila kita datang kesiangan ke rumah makan Tapanuli, kita tidak akan kebagian arsik bagian perut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ada lagi masakan ikan yang khas Tapanuli, tetapi tidak sepopuler &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); font-family: lucida grande;"&gt;arsik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;. Kadang-kadang orang Batak sendiri terkejut kalau mendengar orang non-Batak menyebut hidangan ikan yang satu ini. Namanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0); font-family: lucida grande;"&gt;naniura&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;. Hidangan ini pun biasanya dibuat dari ikan mas. Bedanya, bila &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;arsik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;  direbus atau dikukus, maka &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic; font-family: lucida grande;"&gt;naniura&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; justru tidak dimasak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Ikan mas utuh - atau dipotong-potong bila besar - direndam selama semalam dalam bumbu-bumbu yang terutama terdiri atas jeruk nipis dan asam jawa (tamarin). Konon, rendaman jeruk nipis dan asam jawa itulah yang secara kimiawi membuat ikan mentah itu tidak terasa amis dan alot seperti laiknya ikan mentah. Hampir setiap rumah mempunyai resep naniura sendiri, sehingga agak sulit mencari standar baku naniura. Naniura bikinan Lapo Ni Tondongta, misalnya, berbeda dengan naniura bikinan ibu teman saya yang sungguh lezat. (Khususnya karena tidak usah bayar!).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kalau Anda percaya bahwa sebetulnya orang-orang Filipina itu bernenek-moyang orang Tapanuli, maka mungkin bukti itu bisa ditemukan secara kuliner. Di daerah sekitar General Santos City (Gensan City), di Filipina Selatan, dikenal masakan yang disebut kinilauw. Kinilauw biasanya dibuat dari ikan tuna, sesuai dengan letak Gensan City yang di tepi pantai dan merupakan tempat pendaratan nelayan yang memancing tuna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Daging ikan tuna yang merah itu dipotong dadu kecil-kecil lalu dicampur dengan bawang merah dan timun yang dirajang sangat halus. Semua ini direndam selama semalam dalam larutan cuka (wine vinegar atau rice vinegarkinilauw pada satu acara potluck brunch di rumah teman. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa yang dimakannya adalah ikan mentah. Saya juga pernah membuat kinilauw dari ikan mas karena sebagai penderita asam urat tidak boleh makan terlalu banyak tuna. Hasilnya à. enak tenaaaan. Kinilauw dari ikan kakap juga membuat lidah bergoyang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Di Hawaii juga ada hidangan yang mirip kinilauw maupun naniura. Di Hawaii hidangan ikan mentah itu disebut lomi-lomi. Anehnya, sekalipun Hawaii jauh dari kawasan laut yang menghasilkan salmon, lomi-lomi yang paling populer di Hawaii adalah lomi-lomi salmon. Cara pembuatannya sangat mirip dengan kinilauw - dalam arti tidak memakai asam jawa seperti naniura - tetapi ditambah irisan tomat yang membuatnya lebih segar. Berbagai daging ikan lain yang cocok untuk membuat lomi-lomi adalah: tuna, opakapaka (kakap putih), mahi-mahi (lemadang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Hati-hati bila membuat lomi-lomi dari tuna atau lemadang. Perendaman selama semalam harus dilakukan di dalam lemari es. Soalnya, tuna dan lemadang adalah jenis ikan yang mengandung histamin alamiah. Bila terlalu lama berada pada suhu di atas nol derajat, maka histaminnya akan berkembang dan membuat pemakannya menjadi gatal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Kinilauw dan naniura pun sebaiknya direndam semalam di dalam lemari es. Kalau mengikuti aturan FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat, penanganan ikan mentah itu harus mengikuti rumus: keep it cold, keep it clean, keep it moving.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Nah, sudah ngiler, 'kan? Ayo, buruan ke pasar beli ikan! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: lucida grande;"&gt;Bondan Winarno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;- Penulis -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Penulis rubrik Asal Usul di Kompas Minggu yang telah menyinggahi banyak tempat di dunia dan mencicipi hidangan khas tempat-tempat yang disinggahinya. (E-mail: bwinarno@indosat.net.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;http://64.203.71.11/kcm/bondan/bd20.htm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7407216124249565378?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7407216124249565378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7407216124249565378' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7407216124249565378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7407216124249565378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/jalansutra-naniura.html' title='Jalansutra: NANIURA'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCggbzKCMZI/AAAAAAAAABg/F4Jv7TRHAkk/s72-c/Naniura.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-6704887956998431487</id><published>2008-05-12T17:41:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T17:45:39.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Naniura</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153); font-family: lucida grande;"&gt;Hidangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; ini merupakan makanan khas suku Batak. Berbeda dengan Arsik, makanan khas Batak lainnya yang direbus atau dikukus, menu yang juga mengunakan ikan mas sebagai menu utama adalah dengan cara tidak dimasak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: lucida grande;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgfIDKCMYI/AAAAAAAAABY/zi00dG5wU5o/s1600-h/Naniura.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgfIDKCMYI/AAAAAAAAABY/zi00dG5wU5o/s200/Naniura.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199439992946045314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Arti dalam bahasa batak, naniura adalah ikan yang tidak di masak. Namun rendaman asam jungga yang secara kimiawi kemudian mengubah ikan mentah menjadi tidak terasa amis dan siap disajikan. Ingin mencoba? sp/henry sitinjak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande; text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bahan-Bahan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;0,5 kilogram ikan mas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 biji asam jungga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seperempat ons andaliman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 ons kemiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 cm lengkuas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 cm kunyit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2 ikat rias&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 siung bawang merah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 siung bawang putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;setengah ons cabe merah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara memasak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ikan mas dibersihkan dari sisik, kemudian ikan dibelah dua dari punggung ikan. Duri ikan dikeluarkan semuanya. Sesudah bersih, ikan digarami dan diasami. Dibiarkan selama 5 jam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemiri di gongseng, dibiarkan dulu. Jahe, kunyit, bawang merah dan putih di goreng. Kemudian rias dikukus, sedangkan cabe digiling. Seluruh bumbu kemudian diulek (tumbuk).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bumbu dimasukkan atau diolesi ke permukaan ikan. Biarkan satu jam lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siap dihidangkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Catatan : untuk mendapatkan hasil yang baik, memasak dimulai pagi hari, dan sore dihidangkan&lt;br /&gt;http://www.suarapembaruan.com/News/2007/11/18/Boga/18bogare.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-6704887956998431487?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/6704887956998431487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=6704887956998431487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/6704887956998431487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/6704887956998431487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/naniura.html' title='Naniura'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgfIDKCMYI/AAAAAAAAABY/zi00dG5wU5o/s72-c/Naniura.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-3270802046259459655</id><published>2008-05-12T13:16:00.003+07:00</published><updated>2008-05-12T17:40:21.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Potensi Andaliman sebagai Antioksidan Alami</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: lucida grande; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya tanaman rempah-rempah.&lt;br /&gt;Begitu eksotiknya rempah Nusantara, perusahaan persatuan dagang Belanda untuk Hindia  Timur atau VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) sekitar 400 tahun lampau datang  untuk menguasainya. Namun, setelah kita lepas dari tangan penjajah, kekayaan ini belum sepenuhnya digali dan hanya mengandalkan komoditas primer. Industri pengolahan rempah tidak berkembang sebab petani dan pelaku usaha kurang memahami kebutuhan pasar ekspor yang menginginkan produk siap pakai yang telah diolah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgeCjKCMXI/AAAAAAAAABQ/GIyeMmVHIt4/s1600-h/andaliman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgeCjKCMXI/AAAAAAAAABQ/GIyeMmVHIt4/s200/andaliman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199438798945137010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis rempah yang pemanfaatannya hingga sekarang masih sebatas komoditas  primer adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andaliman&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Zanthoxylum acanthopodium DC&lt;/span&gt;). Di Indonesia, tumbuhan rempah yang satu ini hanya terdapat di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1.500 m dpl. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang&lt;br /&gt;masuk dalam famili Rutacea (keluarga jeruk-jerukan) terdapat di India, RRC, dan Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya mirip lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering,  agak kehitaman (lihat gambar). Bila digigit tercium aroma minyak atsiri yang wangi  dengan rasa yang khas-getir-sehingga merangsang produksi air liur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kompas, 26-08-2002)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-3270802046259459655?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/3270802046259459655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=3270802046259459655' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/3270802046259459655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/3270802046259459655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/potensi-andaliman-sebagai-antioksidan.html' title='Potensi Andaliman sebagai Antioksidan Alami'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCgeCjKCMXI/AAAAAAAAABQ/GIyeMmVHIt4/s72-c/andaliman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-3617027286116509480</id><published>2008-05-12T13:09:00.002+07:00</published><updated>2008-05-12T13:15:25.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Andaliman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;MAKNYUS. Kata-kata yang dikenalkan Bondan Winarno, presenter acara kuliner pada salah TransTv. Dalam tulisannya di rubrik Jalan Sutra Kompas.Com, mantan Pemimpin Redaksi Koran Suara Pembaruan ini mengulas bahan bumbu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andaliman&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;zanthoxylum piperitum&lt;/span&gt;) atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;szechuan peppercorn&lt;/span&gt;. Apa sih andaliman?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Saya satu di antara banyak penikmat makanan yang menggemari tulisan Anda. Saya pernah duduk semeja dengan Anda di Lapo, Senanyan. Tapi tak sempat ngobrol. Saya mau mengomentari soal Andaliman. Kalau Anda menyebut seperti merica, mungkin dari rasa ya. Yang saya mau ceritakan, adalah ciri khas bumbu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Andaliman adalah tumbuhan liar, tanaman langka, yang sulit budidaya. Lazimnya andaliman tumbuh pada ladang atau huma bukaan baru di hutan belantara, orang Tapanuli menyebutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Juma Robean&lt;/span&gt;. Andaliman bukan ditanam, seperti cabai, merica, dan sayur mayur lainnya. Andaliman tumbuh begitu saja juma robean tadi selsai dibakar. Sekali lagi, biasanya andaliman tumbuh begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande; text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Andaliman tumbuh sebagai phon berbatang kuas, bukan merambat. Batang-batangnya berdahan banyak, daunnya kecil-kecil, mirip seperti bunga mawar. Di sekujur batan, ranting, dari bawah ke ujung dipenuhi duri-duri yang tajam, seperti duri mawar. Namun duri andaliman lebih besar dan kokoh. Tinggi pohon rata-rata 2-4 meter, jarang lebih dari 5 meter. Usia produktif kurang dari 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah adaliman muncul dari antara duri-duri itu, lazimnya diapit duri-duri, buah tumbuh di antara duri. Saya masih ingat sewaktu kecil, andaliman adalah salah satu tanaman/komoditas unggulan dari desa kami di Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Sumut, sekitar 8 km dari Prapat ke arah Siantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memetik andaliman perlu konsentrasi tinggi. Karena banyaknya duri. Buahnya kecil-kecil, butirannya lebih kecil dari merica. Buahnya bertangkai, lebih mudah membayangkan seperti leunca, kalau di Tatar Sunda. Ukuran andaliman kira-kira seperduapuluh leunca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih muda, buah berwarna hijau, dan matang berwarna merah. Dan kalau kering, hitam. Buah andaliman yang baru dipetik sebaiknya dibungkus daun pisang, sebab kalu dibuarkan terbuka, akan cepat rusak. Buahnya langsung berubah hitam, dan pecah-pecah. Biji keluar dari kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghasilkan satu kg kilogram andaliman sangat sulit. Pengalaman saya sewaktu di Bona Pasogit (kampung halaman), memanen satu pohon besar dan berbuah lebat, butuh setengah hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanen andaliman buah perdana biasanya lebih mudah, karena tangkainya lebih panjang-panjang, sehingga lebih mudah memetik. tapi hati-hati, karena duri juga biasanya masih runcing-runcing. Inong (ibu) saya, Porti Napitu (sataat 85 tahun), salah satu petani yang hemat memetik andaliman. Sehebat-hebatnya dia, panena maksimal sekitar 10-20 kg dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap memetik andaliman, tidak ada jaminan tangan tidak tertancap duri. Sekali kena, getir, perih dan nyeri luar biasa. Tidak saja sakit karena terluka, tapi karena terkenal getirnya rasa andaliman, lebih-lebih dari luka kena cuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa andaliman ketir, campur pedas. Begitu kena ke lidah, air liur pasti mengucur. Tidak tertahankan. Cucuran ludah lebih dahsyat dibandingkan ketika mencicipi jeruk nipis. Barangkali itu khasiat atau manfaat dari andaliman yang membuat nafsu makan sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil, sekitar 20 tahun lalu, warga Sihaporas masih akrab dengan singkong. Bahkan singkong menjadi bahan pangan utama di luar nasi. Singkong rebus takkan terasa hambar bila sambal giling dengan bahan ala kadarnya seperti garam, cabai, dicampur andaliman. Apalagi kalau ada tomat, atau terong rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaliman adalah pohon/tanaman langka. Memetik buatnya sulit, sungguh sulit, bahkan harus berdarah-darah. Maka wajarlah jika harga, di Jakarta, mencapai Rp 75.000-100.000/kg. Bila ingin membeli di pasar-pasar tradisional, biasanya ada. Di Jakarta misalnya di Pasar Senen, Depok di Pasar Agung, Bandung (Pasar Astananyar, di kaki lima menuju Pasir Koja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah Inong, andaliman selalu tersedia. Seperti kata Mas Bondan, tidak hanya untuk bumbu makanan yang 'enak-enak' alias 'tak halal' itu andaliman di gunakan. Untuk ikan arsik (rebus sampai airnya kering), natinombur, naniura, panggal dang lain-lain. Tentu kalau bumbu untuk ikan segar, daging ayam, tidak haram bukan? (domuara ambarita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya klik: http://www.domu-ambarita.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-3617027286116509480?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/3617027286116509480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=3617027286116509480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/3617027286116509480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/3617027286116509480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/andaliman.html' title='Andaliman'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-7375491351537061811</id><published>2008-05-10T17:09:00.003+07:00</published><updated>2008-05-10T17:25:09.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sipanganon-Masakan'/><title type='text'>Natinombur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCV341puV7I/AAAAAAAAABI/JsfZfQvw3-A/s1600-h/Nanitombur.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCV341puV7I/AAAAAAAAABI/JsfZfQvw3-A/s320/Nanitombur.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198693163227568050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;Bondan Winarno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Penulis adalah seorang pengelana yang telah mengunjungi berbagai tempat dan mencicipi makanan-makanan khas, dan akan masih terus melanjutkan pengembaraannya. (E-mail: bondanw@gmail.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;______________________________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dua minggu lalu, ketika melakukan pengambilan gambar untuk Wisata Kuliner, dalam hari yang sama saya menemukan dua masakan yang mirip satu sama lain, tetapi datang dari dua daerah yang berjauhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Yang pertama adalah lele penyet gaya Madiun di sebuah gerai di Taman Kuliner Kali Malang, Jakarta Timur. Semula saya agak skeptis ketika melihat menu itu. Apalagi istimewanya lele penyet atau pecel lele, sih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, yang kemudian tersaji di depan saya adalah sebuah hidangan yang langsung membuat saya terpesona tak berkedip. Dalam bayangan saya, yang akan saya hadapi adalah seekor ikan lele besar yang digoreng, dipenyet dengan sambal terasi merah, dan ditaburi daun kemangi. Yang kemudian datang ternyata sama sekali berbeda. Dua ekor lele kecil digoreng crispy, dan sambalnya berwarna kekuningan, dengan rajangan daun kemangi tampak menyembul dari sambal itu. Aroma harumnya pun sangat beda. Ada semburat wangi kencur muncul dari sajian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya cicipi, serta-merta saya bilang: “Mak nyuss!” Sungguh mengesankan! Penampilan, aroma, dan citarasa, semuanya prima. Ikan lele yang belum seberapa besar membuat dagingnya lebih manis, dan tulang-tulangnya pun masih cukup empuk untuk dikremus dengan geligi sampai hancur. Ekstra kalsium! Sambal kemirinya dengan rasa kencur yang cukup kuat, ditingkah rajangan kemangi, membuat penikmatnya merem-melek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Kali Malang kami ke Kebayoran Baru. Di jalan yang rindang oleh pepohonan besar, sebuah bekas rumah dinas PLN diubah menjadi restoran yang menghadirkan masakan khas Tapanuli. Ini memang sebuah kekecualian: makan masakan Batak bukan di lapo tuak, melainkan di sebuah rumah asri. Ternyata, seorang ibu pemiliknya berhasil pula menghadirkan masakan Tapanuli gaya rumahan dalam versi yang otentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya pesan adalah ikan tombur. Orang Batak sendiri biasa menyebut hidangan ini dengan istilah natinombur. Arti harafiahnya: yang di-tombur. Jadi, ikannya boleh ikan apa saja, misalnya: ikan mujair, ikan mas, ikan lele, dan sebagainya. Ikannya bisa digoreng, bisa pula dibakar – tergantung kesukaan masing-masing. Tombur-nya adalah sambal atau bumbu yang dilumurkan di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hidangan yang saya pesan tiba, saya pun langsung terkesiap. Déjà vu? Ikannya juga ikan lele, dan sambal di atasnya sekilas tampak seperti lele penyet madiun yang sebelumnya saya hadapi di tempat lain. Nyata sekali kesamaan bahan dasar sambalnya yang sama-sama dibuat dari kemiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung jatuh cinta pada lele tombur ini. Kualitas sambal tomburnya luar biasa, dengan citarasa yang complicated. Secara umum sambal tombur ini memang mirip dengan bumbu naniura – masakan khas Tapanuli lainnya yang dibuat dari ikan mas mentah. Tetapi, natinombur tidak semasam naniura. Ada rasa tajam-pedas (pungent) yang mencuat dari natinombur, menandakan penggunaan andaliman dalam jumlah yang cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Ikan Lele Tombur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya, ketika saya mencoba meng-google tombur di ruang maya Internet, satu-satunya resep yang muncul justru dari situs berbahasa Belanda: kokkieblanda – heerlijk en eerlijk koken. Di situ bahkan saya jumpai begitu banyak resep masakan daerah Indonesia lainnya. Ikan tombur di situs itu diterjemahkan sebagai gebakken vis met sambal (ikan goreng dengan sambal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam resep si kokkie dari Holanda ini, resepnya tidak lagi mengikuti pakem aslinya. Maklum, resepnya harus disederhanakan sesuai dengan ketersediaan bumbu di negeri itu. Padahal, bahan untuk membuat tombur sangatlah complicated, seperti tercermin pada citarasanya. Untuk menciptakan keasamannya dipakai jeruk sundai dan asam gelugur (Garcinia atrovridis). Untuk kepedasan yang menohok, selain cabe dipakai juga andaliman (Zanthoxylum piperitum, juga sering disebut Szechuan peppercorn). Andaliman memang bentuknya mirip lada atau merica. Bumbu-bumbu tombur lain adalah sereh, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruk sundai, asam gelugur, dan andaliman adalah bumbu-bumbu khas yang banyak hadir dalam masakan Tapanuli. Orang Batak juga suka memakai kucai dalam masakan mereka, seperti tampak hadir dalam ikan arsik, naniura, natinombur, dali ni horbo, dan lain-lain. Asam gelugur sebetulnya adalah tanaman serbaguna yang perlu dipopulerkan kembali karena semakin jarang adanya. Sebagai elemen penghijauan, pohonnya sangat cantik. Di Malaysia, tanaman asam gelugur disebut “Si Pohon Indah dari Semenanjung”. Buahnya dapat dipakai sebagai bumbu masak, selai, sirup, dan manisan. Rasa asamnya khas dan beda dari asam jawa (tamarind).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masakan Tapanuli mengalami stigma yang sama dengan masakan Bali dan Manado. Banyak yang menduga bahwa masakan dari ketiga daerah itu selalu mengandung bahan-bahan yang tidak halal. Padahal, bila mengenalinya dengan baik, ketiga daerah itu memiliki kekayaan kuliner yang sangat kaya dengan makanan-makanan yang dapat disajikan secara halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa awal kelahiran Komunitas Jalansutra, kami pernah menyelenggarakan semacam “tutorial” untuk memerkenalkan masakan khas Tapanuli kepada beberapa anggota kami. Ito Tiur yang memang halak hita memimpin acara itu. Akibatnya, banyak di antara kami yang sekarang “kecantol” kelezatan masakan Tapanuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling aman bagi teman-teman Muslim untuk mencicipi masakan Tapanuli adalah dengan mendatangi rumah-rumah makan Tapanuli Selatan. Di Medan, kebanyakan warungnya bertanda “Tapsel Madina”. Artinya, Tapanuli Selatan Mandailing Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rumah-rumah makan Tapsel Madina, rumah-rumah makan Sibolga juga banyak dapat dijumpai di Medan. Orang Sibolga yang mayoritas Muslim tentu saja memiliki hidangan andalan mereka sendiri. Yang jelas, masakan mereka sangat beda dari hidangan Melayu Deli yang juga banyak dijumpai di kawasan Sumatra Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah makan Sibolga dan Tapsel Madina ini biasanya mengedepankan hidangan dari ikan. Ikan yang paling banyak dipakai adalah ikan mas, mujair, dan lele. Gurame sangat jarang dijumpai di sana. Natinombur, naniura, dan mangarsik merupakan sajian utama dari ikan-ikanan. Ada pula hidangan ikan salai (ikan asap) yang merupakan kekhasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Dali Ni Horbo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah makan Tapsel Madina di kawasan Glugur, Medan, saya menemukan berbagai masakan khas yang justru sangat jarang dijumpai di tempat lain. Hidangan-hidangan itu misalnya adalah pangkat yang dibuat dari umbut rotan muda. Wuih, crunchiness-nya mirip rebung (bambu muda), tetapi rasanya lebih manis. Mungkin setara dengan heart of palm yang di Amerika banyak dipakai sebagai bahan salad. Hidangan andalan lainnya adalah salai ikan limbat dan ikan bado yang sungguh membuat lidah menari. Ah, jangan lupa, bungkus juga rendang belut-nya yang unforgettable untuk dibawa pulang. Bisa tahan seminggu lebih bila disimpan di lemari es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi satu sajian halal khas Tapanuli yang sangat saya sukai, yaitu dali ni horbo atau susu kerbau. Pada mulanya, memang tidak mudah menyukai hidangan ini (acquired taste). Rasanya cenderung tawar. Susu kerbau dikoagulasikan dengan perasan daun papaya sehingga mengental menjadi seperti tahu atau cottage cheese. Ado inang, tabo nai! Rasakan kelembutan teksturnya, dengan bumbu tipis yang membuat kita terlena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bicara soal kuliner Tapanuli memang tidak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horas ma dihita saluhutna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/02/15/09134065/natinombur&lt;br /&gt;Jumat, 15 Februari 2008 | 09:13 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-7375491351537061811?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/7375491351537061811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=7375491351537061811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7375491351537061811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/7375491351537061811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/natinombur.html' title='Natinombur'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SCV341puV7I/AAAAAAAAABI/JsfZfQvw3-A/s72-c/Nanitombur.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-9184959824847060148</id><published>2008-05-10T14:58:00.002+07:00</published><updated>2008-05-10T15:08:18.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopo Ambarita'/><title type='text'>Formulir Data Keluarga Ambarita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;                                                                                                   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lampiran Surat Panitia No. 01/05-P3SA/08 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Formulir untuk diisi dan dikembalikan kepada alamat Panitia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nama Wilayah                    : …………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kordinator Wilayah:&lt;br /&gt;    • Nama                            : ……………………..…..…………..&lt;br /&gt;    • Alamat                          : …………….……….………………..&lt;br /&gt;                                         : ………………………………………&lt;br /&gt;    • Telepon / HP                :  …………………/….………………..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Anggota                 :&lt;br /&gt;    • Keluarga Ambarita       : ……………  KK.&lt;br /&gt;    • Keluarga Boru               : …………....  KK.&lt;br /&gt;                                          -----------------------------------------------&lt;br /&gt;    Jumlah                              :  ……………. KK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         ……………..…….,  tgl. ………….. 2008&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;    Nama                            : …………………………… Tttd.: ……………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------potong di sini --------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir untuk diisi dan dikembalikan kepada alamat Panitia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Wilayah                        : ………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kordinator Wilayah                :&lt;br /&gt;    • Nama                                 : ……………………..…………..&lt;br /&gt;    • Alamat                               : …………….…………………….&lt;br /&gt;                                              : …………………………………...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    • Telepon / HP                      :  ………………/….……………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Anggota:&lt;br /&gt;    • Keluarga Ambarita              : ……………  KK.&lt;br /&gt;    • Keluarga Boru                     : …………....  KK.&lt;br /&gt;      -----------------------------------------------&lt;br /&gt;    Jumlah                                   :  ……………. KK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        ……………..…….,  tgl. ………….. 2008&lt;br /&gt;Nama                                     : …………………………… Tttd.: ………………………&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-9184959824847060148?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/9184959824847060148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=9184959824847060148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/9184959824847060148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/9184959824847060148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/formulir-data-keluarga-ambarita.html' title='Formulir Data Keluarga Ambarita'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-2573082853434035172</id><published>2008-05-10T14:52:00.002+07:00</published><updated>2008-05-10T14:58:34.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopo Ambarita'/><title type='text'>PEMBANGUNAN SOPO AMBARITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                                                                                                      Lampiran Surat Panitia No. 01/05-3SA/08&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;PARSADAAN POMPARAN AMBARITA RAJA &amp;amp; BORUNA (PPARB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;KOTA MEDAN DOHOT HUMALIANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-weight: bold;"&gt;Sekretariat : Jl. Akasia II No. 22, Sutomo Ujung Medan, Hp. 081362348446&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;PEMBENTUKAN PANITIA PERENCANAAN PEMBANGUNAN SOPO &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;AMBARITA DI BONAPASOGIT AMBARITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENGINGAT&lt;/span&gt;: Maksud dan Rencana dari Pertemuan Punguan Pomparan Ambarita Raja dohot Boruna Bona Pasogit tanggal 26 dan 27  April 2003, pada ulang tahun Punguan Ambarita Bonapasogit yang ke III di Ambarita, yang turut dihadiri oleh wakil dari : Kota Medan sekitarnya, Pematang Siantar Kab. Simalungun, Sibisa Motung, Kab.Dairi Sidikalang, dan Parapat/Tiga Raja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: lucida grande; text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENIMBANG&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dukungan sepenuhnya dari Punguan Ambarita Raja dohot Boruna  Kota Pematang Siantar pada Ulang Tahun  Minggu tgl. 27  Januari  2008.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dukungan positif dari pomparan ni Ompungta nasian Sosor Dame, Amanta Pahala Ambarita (A. Fera) yang berdomisili di Jakarta, membantu pengadaan lahan pertapakan sesuai dengan pertemuan tanggal 26 Februari 2008   yang dihadiri beberapa anggota Punguan Kota Medan, Pematang Siantar/ Kab.Simalungun, dan dari Bona Pasogit di rumah Keluarga Amanta Pahala Ambarita di Bona Pasogit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dukungan sepenuhnya Keluarga Besar Ambarita dohot Boru di Bona Pasogit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demikian juga dukungan lisan, baik per telepon maupun melalui media internet oleh tokoh-tokoh Ambarita dan Boru se Indonesia. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENINDAK LANJUTI&lt;/span&gt;: Surat sosialisasi dari Punguan Pomparan Ambarita Raja dohot Boruan Kota Medan N0: 01./02.PPARB/2008. tanggal  Februari 2008, perihal “Sangkap tu Bonapasogit Ambarita”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERDASARKAN&lt;/span&gt;:  Hasil kunjungan / pertemuan Ketua Umum PPARB Kota Medan Amanta Dipl.-Ing. ASM. Ambarita dengan Punguan Ambarita Se Jabodetabek pada hari Jumat Tanggal 04 April 2008 di Lapo Ondihon Jakarta yang prinsipnya sangat mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka PPARB Kota Medan  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEMUTUSKAN &lt;/span&gt;mengadakan Rapat pada hari Sabtu tanggal 21April 2008 di Rumah Amanta AKP. R.H. Ambarita br. Sitanggang,  Jln. Rakyat Gg.Camar No.20 Medan, untuk membentuk Panitia Perencana Pembangunan Sopo Ambarita dan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MENETAPKAN  &lt;/span&gt;Susunan Panitia sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  Ketua Umum                   :  Dipl.-Ing. A.S.M. Ambarita. (Medan)&lt;br /&gt;   Ketua .I.                             :  D.M.  Ambarita  (Medan)&lt;br /&gt;   Ketua II.                             :  V. Ambarita   (Medan)&lt;br /&gt;   Ketua III.                            :  H. Ambarita, S.Pd   (Bona Pasogit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Sekretaris I.                   : Drs. J.M. Ambarita  (Medan)&lt;br /&gt;    Sekretaris II                       : Drs. B. Ambarita  (Medan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Bendahara                     : Drs. T.Tambunan  (Medan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Anggota                        : 1.  R.  Ambarita / A. Friska  (Medan).&lt;br /&gt;                                         : 2. St. Drs. D. Ambarita  (Bona Pasogit)&lt;br /&gt;                                         : 3. St. O.R. Ambarita    (Medan)&lt;br /&gt;                                         : 4. H. Ambarita / A. Sanggam   (Siantar/Simalungun).&lt;br /&gt;                                         :  5. Drs. K.M. Ambarita,   (Siantar/Simalungun).&lt;br /&gt;                                         :  6. Drs. M. Ambarita / A. Risma  (Medan/Surabaya).&lt;br /&gt;                                         :  7. DR. M. Ambarita    (P. Brandan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V.  PENGAWAS KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                        : 1. Drs. K.A. Ambarita, MM  (Medan)&lt;br /&gt;                                            : 2. Drs. W.M.  Ambarita  (Medan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VI. PENASEHAT :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                        : 1. Drs. Godman Ambarita, MM  ( Jakarta).&lt;br /&gt;                                        : 2. L. Ambarita    ( Parapat/Siantar/Simalungun).&lt;br /&gt;                                        : 3. Ir. A.B. Ambarita    (Medan)&lt;br /&gt;                                        : 4. D.R. Ambarita    (Surabaya / Mewakili Perantauan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VII. KOORDINATOR WILAYAH:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DITETAPKAN                 : di Medan tanggal 21 April 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A/N Pengurus Parsadaan Pomparan Ambarita Raja dohot Boruma (PPARB) Medan dan Sekitarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketua Umum                                                     Sekretaris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dipl.-Ing. A.S.M. Ambarita                                  Drs. J.M. Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Dikirim melalui email, tidak dilengkapi dengan tandatangan dan stempel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-2573082853434035172?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/2573082853434035172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=2573082853434035172' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2573082853434035172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2573082853434035172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/pembangunan-sopo-ambarita_10.html' title='PEMBANGUNAN SOPO AMBARITA'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-2393854482021488599</id><published>2008-05-10T14:38:00.005+07:00</published><updated>2008-05-10T15:10:08.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sopo Ambarita'/><title type='text'>PANITIA PERENCANAAN PEMBANGUNAN SOPO AMBARITA</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANITIA PERENCANAAN PEMBANGUNAN SOPO AMBARITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI BONA PASOGIT AMBARITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekretariat :  Kompl. Taman Setia Budi Indah, Blok SS. No. 45, Medan (20133)&lt;br /&gt;Telp.: 061-8210626; Fax : 061-8221238; Hp. 0811649250; 081362348446 email: amerson@indo.net.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;=============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Medan, 8   M e i   2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor              : 01/05-P3SA/08                                  Kepada   Yth.:&lt;br /&gt;Lamp.                : 1 berkas                                         ..………………………….……………&lt;br /&gt;Perihal              :  Sopo Ambarita                                  ..…………………………………….…&lt;br /&gt;                                                                               ..……………………………………….&lt;br /&gt;                                                                               .…………………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Horasma di hita saluhutna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Sehubungan dengan surat Parsadaan Pomparan Ambarita Raja Dohot Boruna    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;(PPARB) Kota Medan Sekitarnya No. 01/02-PPARB/2008, bulan Pebruari 2008, Perihal “Sangkap tu Bona Pasogit Ambarita”, yang mana telah di sampaikan kepada kita semua (sepanjang alamat diperoleh), maka setelah diterima respons dan pendapat dari beberapa Keluarga Besar Ambarita, maka telah di sepakati untuk membangun Satu Pertanda Marga Ambarita di Bona Pasogit Ambarita yaitu bangunan berupa Sopo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;       Adapun Sopo tersebut menggambarkan Rumah Adat Batak, yang dibangun sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan sebagai tempat peristrahatan / penginapan yang menjadi milik seluruh Keluarga Besar Ambarita Dan Boru (Yayasan Ambarita?). Mengenai ukuran bangunan direncanakan kira-kira 250 m2, yang terdiri dari ruang pertemuan (Lobby) dan lima kamar tidur dan ruang pendukung lainnya. Keperluan lahan untuk  bangunan dan pekarangan di perkirakan seluas 800 m2 s/d 1.000 m2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Bangunan Sopo tersebut kelak di harapkan di kelola sedemikian rupa sehingga mampu membiayai perawatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;       Maka untuk dapat merealisasikan hal tersebut di atas, sesuai dengan saran-saran beberapa wilayah termasuk wilayah Jabodetabek agar di bentuk kepanitia-an.       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Berdasarkan hal tersebut di atas maka PPARB Kota Medan telah melakukan Rapat tanggal 21 April 2008 dan telah membentuk Panitia Perencanaan Pembangunan Sopo Ambarita (P3SA), dengan  tugas antara lain sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sosialisasi Pembangunan Sopo Ambarita kepada  seluruh Keluarga Besar Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pengadaan Lahan pertapakan Sopo Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Perencanaan pembuatan desain dan taksasi biaya bangunan  Sopo Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pengumpulan Dana Untuk pengadaan lahan pertapakan Sopo Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Persiapan Pertemuan di Bona Pasogit dalam rangka pembentukan Panitia Induk dan Yayasan dan hal lain yang diperlukan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Susunan Panitia Perencanaan Pembangunan Sopo Ambarita (P3SA) adalah sebagaimana tertera dalam lampiran berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Berkenaan dengan hal tersebut diatas, maka kepada seluruh Keluarga Besar Ambarita diharapkan kiranya dapat mempersatukan persepsi untuk mendukung kegiatan ini. Untuk itu kepada yang menerima surat ini agar mensosialisasikan isi dari pada surat ini kepada warga Ambarita dan Boru yang ada di wilayahnya, sekaligus memilih Kordinator di wilayah masing-masing sebagaimana tercantum dalam susunan panitia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Kordinator yang di pilih bertindak  untuk:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Memperpendek rentang kendali komunikasi sesama Turunan Ompung Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Menghimpun / meng-inventarisasi anggota Turunan Ompung Ambarita di wilayahnya, dan memberitahukan kepada Panitia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Menghimpun kebersamaan dan kemauan untuk membangun sopo baik moral maupun materil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Kami harap supaya Kordinator dapat mengisi formulir yang telah kami persiapkan pada lembaran khusus untuk di kirim kembali kepada panitia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;            • &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Rim nitahido rattos na, dos ni roha do gogo nasa ulaon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;            • Martantan ma Baringin, marurat jabi-jabi, Horas tondi madingin, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;               Tumpahon ni Amanta Debata Mulajadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;A/N Panitia Perencanaan Pembangunan Sopo Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ketua,                                                            Sekretaris,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dipl.-Ing. A.S.M. Ambarita.                                             Drs. J.M. Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ditolopi : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pengurus Parsadaan Pomparan Ambarita Raja dohot Boru Kota Medan Sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ketua Umum:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;(Dipl.-Ing. A.S.M. Ambarita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;Catatan: Dikirim melalui email, tidak dilengkapi dengan tandatangan dan stempel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-2393854482021488599?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/2393854482021488599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=2393854482021488599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2393854482021488599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2393854482021488599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/panitia-perencanaan-pembangunan-sopo.html' title='PANITIA PERENCANAAN PEMBANGUNAN SOPO AMBARITA'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-8666622043744920721</id><published>2008-05-09T19:05:00.004+07:00</published><updated>2008-05-09T19:08:29.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adat-Tradisi'/><title type='text'>Dalihan Natolu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DALIHAN NATOLU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. BERKEMBANG DALAM SEJARAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat secara kritis kultur Batak termasuk dalihan na tolu sebenarnya bukan sesuatu yang statis atau beku tetapi juga mengalami pergeseran dan perkembangan dalam sejarah. Sebagai contoh penghormatan terhadap hula-hula justru semakin kuat dengan datangnya kekristenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab sulit kita membayangkan bahwa nenek moyang kita dapat memberi penghormatan yang sama tingginya kepada tiap hula-hula jika dia memiliki istri lebih dari satu. Lebih sulit lagi membayangkan nenek-moyang kita dapat menghormati hula-hula dari selir (rading) atau istri yang diperolehnya secara paksa dari peperangan atau bekas hambanya. Namun dengan masuknya kekristenan yang membuat pernikahan orang Batak menjadi monogami dan permanen (abadi) maka dampaknya penghormatan terhadap hula-hula juga semakin kuat. Semakin baik pernikahan maka penghormatan kepada hula-hula juga semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain menunjukkan pergeseran dalihan na tolu: Pada jaman dahulu tidak semua even pertemuan Batak dihadiri oleh tulang atau hula-hula (kecuali pesta besar). Hal ini dapat dimaklumi karena hula-hula atau tulang tinggal di kampung yang lain yang jauh (kecuali bagi sonduk hela, orang yang menetap di kampung hula-hulanya). Namun keadaan ini berubah dengan migrasi orang Batak ke luar Tapanuli. Kampung dan kota di luar Tapanuli bersifat majemuk (multi marga, multi suku). Banyak orang kini tinggal sekampung atau bahkan bertetangga dengan hula-hula atau tulang-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah dampaknya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Interaksi antara hula-hula dan boru semakin intensif. Jika ada acara di rumah banyak orang jadi sungkan jika tidak mengundang tulang atau hula-hula yang kebetulan menjadi tetangga atau tinggal sekota dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu ketika nenek moyang kita masih menetap di Tanah Batak kampung identik dengan marga. Artinya "dongan sahuta" hampir identik dengan "dongan tubu". Namun dengan migrasi orang Batak ke Sumatera Timur dan kota-kota lain keadaan berubah. Dongan sahuta tidak lagi otomatis dongan tubu (kawan semarga). Dampak perubahan demografi ini peranan dongan sahuta (parsahutaon) yang terdiri dari multi marga ini semakin besar di kota-kota. Jonok dongan partubu jumonok dongan parhundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. MANAT MARDONGAN TUBU, ELEK MARBORU, SOMBA MARHULA-HULA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan kampung-kampung tradisional di Tapanuli dihuni oleh orang-orang yang semarga. Dongan tubu karena itu adalah teman untuk mengerjakan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu kita harus memperlakukan dongan tubu secara hati-hati (manat). Kehati-hatian pada dasarnya adalah bentuk lain dari sikap hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat ini relevan sebab justru kehati-hatian sering kali hilang karena merasa terlalu dekat atau akrab. Hau na jonok do na masiososan. Selanjutnya Elek marboru merupakan nasihat bahwa boru harus senantiasa dielek atau dianju (dibujuk). Boru adalah penopang dan penyokong. Sebab itu mereka senantiasa diperlakukan dengan ramah-tamah dan lemah-lembut agar mereka tidak sakit hati dan kemudian membiarkan hula-hula-nya. Namun sebaliknya: Bagi orang Batak pra-Kristen hula-hula memang dipandang sebagai mata ni ari bisnar, sumber berkat dan kesejahteraan, sebab itu harus disembah (somba marhula-hula).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan kita orang Kristen? Prinsip-prinsip dalihan na tolu ini dapat terus kita pertahankan sebagai kontsruksi budaya yang positif. Namun makna somba marhula-hula harus kita beri warna baru. Sebab bahasa Batak tidak membedakan istilah hormat dan sembah. Sementara sebagai orang Kristen kita mengakui bahwa Tuhanlah sumber berkat satu-satunya. Hula-hula atau mertua hanyalah salah satu (baca: bukan satu-satunya) saluran atau distributor berkat yang dipakai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sebagai orang Kristen dan moderen, kita juga harus memperkaya prinsip dalihan na tolu ini dengan semangat egalitarian (kesetaraan). Pada dasarnya tiap-tiap orang, tanpa kecuali, harus kita hormati. Tiap-tiap orang (apapun suku, ras, profesi, pendidikan, jenis kelamin, agama dan tingkat ekonominya) pantas mendapat hormat. Kita wajib menghormati hula-hula, melindungi boru dan memperlakukan hati-hati dongan tubu kita tanpa memandang latar belakang ekonominya, pendidikan, pangkat atau jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. SIRKULASI PERAN DAN JABATAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inti atau substansi kultur dalihan na tolu adalah sirkulasi dan distribusi peran dan jabatan. Dalam kultur Batak setiap orang tidak mungkin terus-menerus dihormati sebagai hula-hula. Hari ini menjadi boru, esok menjadi dongan tubu, lusa menjadi hula-hula. Hari ini duduk dilayani besok melayani. Tidak ada orang yang mutlak selama-lamanya (dondon pate) dihormati. Tidak ada juga orang yang selama-lamanya berada di bawah melayani!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Batak sangat sadar akan arti ruang atau tempat dan even. Peran dan kedudukan seseorang sangat dinamis sebab tergantung ruang dan even (ulaon). Sirkulasi peran dan jabatan ini merupakan kontribusi masyarakat Batak bagi gereja dan masyarakat. Bahwa semua orang harus bergantian melayani dan dilayani, menghormati dan dihormati. Tidak ada yang terus-menerus boleh menjadi kepala atau pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sangat relevan dengan dunia modernitas. Kepemimpinan moderen tergantung kepada even dan ruang dan waktu. Tidak ada orang yang boleh mengklaim menjadi pemimpin di setiap even, di semua ruang dan sepanjang waktu. Ini juga relevan dengan iman Kristen yang memandang semua manusia setara di hadapan Tuhan (Gal 3:28) dan harus diperlakukan dengan hormat dan kasih (Roma 12:10, II Pet 1:7, Yoh 13:14, 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.HUKUM BERBALASAN POSITIF&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalihan na tolu merupakan perwujudan prinsip hukum berbalasan. Sisoli-soli&lt;br /&gt;do uhum siadapari do gogo. Saling berbalas adalah hukum dan saling berganti merupakan kekuatan. Boru memberikan juhut (daging) dan hula-hula menyambut dan memberikan boras dohot dengke (beras dan ikan). Boru memberikan piso-piso (uang) dan hula-hula merespons dengan memberi doa memohon berkat. Hula-hula memberikan ulos dan boru membalas dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip berbalasan positif (sisoli-soli) ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan atau kesejahteraan bersama. Beban dan keuntungan dibagi dan dipikul bersama. Hula-hula, dongan tubu dan boru harus sama-sama bersukacita dan beruntung. Tidak boleh ada pihak yang ingin menang dan nikmat sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun prinsip dalihan na tolu tetap harus dimurnikan senantiasa dengan KASIH AGAPE atau kasih tanpa mengharapkan balasan yang diajarkan Yesus. Yesus memang tidak pernah melarang kita membalas yang baik (seluruh ayat Alkitab hanya melarang membalas yang jahat), namun Dia menghendaki agar kita belajar juga mengasihi dan memberi tanpa mengharapkan balasan (pamrih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. KESETARAAN PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan sebagai citra Allah (Kej 1:27). Laki-laki dan perempuan sama dan setara di hadapanNya (Gal 3:28). Kekristenan mengajarkan bahwa perempuan bukanlah manusia kelas dua atau bagian laki-laki. Perempuan juga bukan properti milik laki-laki yang dapat dijadikan objek transaksi atau perjanjian jual-beli. Sebab itu komunitas Kristen-Batak juga harus menempatkan dalihan na tolu dalam konteks kesetaraan (hadosan) dan keadilan (hatigoran) laki-laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dahulu hula-hula dianggap sebagai pemberi perempuan. Namun di jaman modern perempuan yang bebas dan otonom karena itu tidak boleh dijadikan objek apalagi "diserah-terimakan". Perempuan adalah subjek atau pribadi. Pernikahan karena itu kini dianggap perjanjian dua pihak yang setara. Akibatnya secara tak langsung makna hula-hula pun bergeser bukan lagi sebagai "marga pemberi perempuan" namun "marga asal perempuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinamot atau tuhor (uang mahar pernikahan( karena itu bukanlah keuntungan yang diperoleh dari transaksi perempuan tetapi harus diartikan sebagai biaya (cost) yang diperlukan untuk menciptakan sukacita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. GEREJA MENCEGAH CHAOS&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gereja HKBP memiliki anggota yang mayoritas Batak (minimal sampai saat ini). Anggota HKBP karena itu juga dalam hidupnya menghayati dalihan na tolu. Salah satu prinsip dalihan na tolu adalah melarang pernikahan yang semarga. Gereja HKBP menerima prinsip melarang pernikahan semarga ini agar tidak terjadi chaos atau kekacauan di masyarakat. Sebagaimana dikatakan Rasul Paulus agar semuanya berlangsung secara teratur (I Kor 14:40) dan rapih tersusun (Ef 4:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. DEPOLITISASI DAN DOMESTIKASI ADAT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dahulu yang disebut adat Batak adalah segala sesuatu konsep, nilai, ide, hasil karya dan kegiatan orang Batak (menanam padi, membangun rumah, membuka kampung baru, berperang, mengikat perjanjian antar marga dll). Dalam perkembangan terakhir makna adat telah mengalami proses depolitisasi dan domestikasi. Kini adat Batak direduksi atau diminimalisasi menjadi sekedar ritus domestik (rumah tangga): ritus pernikahan, kelahiran dan kematian. Apa akibatnya? Peranan dalihan na tolu menjadi sangat dominan atau menonjol walaupun pada prakteknya kurang berpengaruh kepada kehidupan ekonomi dan politik komunitas Kristen-Batak itu sendiri. Sebab itu tantangan bagi kita sekarang adalah mencari dan menemukan hakikat atau esensi adat Batak itu sendiri agar tidak larut dan hanyut dalam ritus atau seremoni konsumtif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pdt. Daniel T.A. Harahap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sumber: http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2007/11/c opy-of-kampung-batak.jpg&amp;imgrefurl=http://rumametmet.com/%3Ftag%3Dteologi-kontekstual &amp;h=353&amp;w=458&amp;sz=62&amp;hl=id&amp;start=51&amp;um=1&amp;tbnid=wMvmIfRKMG7jzM:&amp;tbnh=99&amp;tbn w=128&amp;prev=/images%3Fq%3Drumah%2Bbatak%2Bphoto%26start%3D40%26ndsp%3D20% 26um%3D1%26hl%3 Did%26sa%3DN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-8666622043744920721?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/8666622043744920721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=8666622043744920721' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/8666622043744920721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/8666622043744920721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/dalihan-natolu.html' title='Dalihan Natolu'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-5957053610521800457</id><published>2008-05-09T18:43:00.000+07:00</published><updated>2008-05-09T18:44:32.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarombo/Silsilah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siapakah Orang Batak Itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA&lt;/span&gt; yang bilang orang Batak bersaudara dengan orang Filipina dan Thailand. Ada pula yang mengatakan bahwa orang Batak berasal dari India. Atau, orang Batak hampir sama dengan orang Toraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak versi yang mengira-ngira, siapa dan dari mana orang Batak itu berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi sejarah mengatakan, si Raja Batak dan rombongannya datang dari Thailand, terus ke Semenanjung Malaysia, lalu menyeberang ke Sumatera dan menghuni Sianjur Mula Mula, lebih kurang 8 km arah Barat Kota Pangururan, ibu kota Kabupaten Toba Samosir, di pinggiran Danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Versi lain mengatakan, orang Batak datang dari India melalui Barus atau dari Alas Gayo, berkelana ke Selatan hingga bermukim di pinggir Danau Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan, si Raja Batak hidup sekitar tahun 1200 (awal abad ke-13). Raja Sisingamangaraja XII salah satu keturunan si Raja Batak yang merupakan generasi ke-19 (wafat 1907), maka anaknya bernama si Raja Buntal adalah generasi ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu bertulis (prasasti) di Portibi bertahun 1208 yang dibaca Prof Nilakantisasri (Guru Besar Purbakala dari Madras, India) menjelaskan bahwa pada tahun 1024 kerajaan Cola dari India menyerang Sriwijaya yang menyebabkan bermukimnya 1.500 orang Tamil di Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1275, Mojopahit menyerang Sriwijaya, hingga menguasai daerah Pane, Haru, Padang Lawas. Sekitar tahun 1400, kerajaan Nakur berkuasa di sebelah timur Danau Toba, Tanah Karo dan sebagian Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan tahun dan kejadian di atas, diperkirakan si Raja Batak adalah seorang aktivis kerajaan dari Timur Danau Toba (Simalungun sekarang), dari selatan Danau Toba (Portibi), atau dari barat Danau Toba (Barus), yang mengungsi ke pedalaman akibat terjadi konflik dengan orang-orang Tamil di Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat serangan Mojopahit ke Sriwijaya, si Raja Batak yang ketika itu pejabat Sriwijaya, ditempatkan di Portibi, Padang Lawas, dan sebelah timur Danau Toba (Simalungun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan Raja kepada si Raja Batak diberikan oleh keturunannya karena penghormatan, bukan karena rakyat menghamba kepadanya. Demikian halnya keturunan si Raja Batak, seperti Si Raja Lontung, Si Raja Borbor, Si Raja Oloan dan sebagainya, meskipun tidak memiliki wilayah kerajaan dan rakyat yang diperintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya menurut buku Leluhur marga-marga Batak, dalam silsilah dan legenda, yang ditulis Drs Richard Sinaga, Tarombo Borbor Marsada anak si Raja Batak ada tiga orang, yaitu Guru Teteabulan, Raja Isombaon, dan Toga Laut. Dari ketiga orang inilah dipercaya terbentuknya marga-marga Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara masyarakat Batak, ada yang mungkin setuju bahwa asal-usul orang Batak dari negeri yang berbeda, tentu masih sangat masuk akal. Siapa yang bisa menyangkal bahwa Si Raja Batak yang pada suatu ketika antara tahun 950-1250 Masehi muncul di Pusuk Buhit, adalah asli leluhur Orang Batak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu, orang Batak memang perantau ulung. Di Sumatera Utara saja banyak orang Batak yang bermukim di daerah Asahan, Labuhan Batu. Mereka sejak lama telah menghapus marganya kemungkinan karena kebiasaan mereka setelah memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, di daerah Langkat ditemukan penduduk bermarga seperti Gerning, Lambosa, Ujung Pinayungan, Berastempu, Sibayang, Kinayam, Merangin angin, dan lain-lain yang konon merupakan kelompok marga Malau (WM Hutagalung, Pustaha Batak, Tulus Jaya, hal 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurut cerita, istri Raja Langkat berasal dari kelompok Marga tersebut. Batak apa pula mereka kita namakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, banyak literatur tersimpan di Negeri Belanda sana yang belum mengungkap bagaimana sesungguhnya pluralisme di Tanah Batak. Namun, dengan kacamata nasional, kita melihat bahwa Indonesia sangat kaya dengan adat dan budaya daerah, salah satunya adalah adat dan budaya Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi Dalihan Natolu&lt;br /&gt;Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal, yakni dalam tiga posisi yang disebut Dalihan Natolu (Bahasa Batak Toba). Di Simalungun disebut Tolu Sahundulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalihan dapat diterjemahkan sebagai tungku dan hundulan (tempat duduk) sebagai "posisi duduk". Keduanya mengandung arti yang sama, yakni tiga posisi penting dalam kekerabatan orang Batak, yaitu pertama, hula-hula atau Tondong, yaitu kelompok orang-orang yang posisinya "di atas", yaitu keluarga marga pihak istri sehingga disebut Somba-somba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Somba marhula-hula" berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri agar memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Dongan Tubu atau Sanina, yaitu kelompok orang yang posisinya "sejajar", yaitu teman/saudara semarga. Manat mardongan tubu artinya menjaga persaudaraan agar terhindar dari perseteruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Boru yaitu kelompok orang yang posisinya "di bawah", yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Dalam kehidupan sehari hari kita harus elek marboru, artinya agar selalu saling mengasihi supaya mendapat berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalihan Natolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut. Ada saatnya menjadi hula-hula/tondong, ada saatnya menempati posisi dongan tubu/sanina dan ada saatnya menjadi boru. Dengan Dalihan Natolu, adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat, harta, atau status. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.suarapembaruan.com/News/2005/01/29/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-5957053610521800457?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/5957053610521800457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=5957053610521800457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5957053610521800457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/5957053610521800457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/siapakah-orang-batak-itu-ada-yang.html' title=''/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-2856527212766423991</id><published>2008-05-09T18:12:00.004+07:00</published><updated>2008-05-25T17:18:17.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarombo/Silsilah'/><title type='text'>SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;DALAM &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;tradisi masyarakat Batak, silsilah atau tarombo dimulai dari Si Raja Batak. Si Raja Batak mempunyai dua orang putra, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;   1. Guru Tatea Bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;   2. Raja Isombaon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;GURU TATEA BULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari istrinya yang bernama Si Boru Baso Bburning, Guru Tatea Bulan memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;* Putra (sesuai urutan):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng), tanpa keturunan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tuan Sariburaja (keturunannya Pasaribu)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Limbong Mulana (keturunannya Limbong)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sagala Raja (keturunannya Sagala)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Silau Raja (keturunannnya Malau, Manik, Ambarita dan Gurning)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;* Putri:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru (Namboru) Nan Tinjo (Tidak kawin)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Pareme (kawin dengan Tuan Sariburaja, ibotona)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Biding Laut, (Sebagian orang meyakini sebagai Nyi Roro Kidul)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Haomasan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Tatea Bulan artinya "Tertayang Bulan" = "Tertatang Bulan". Raja Isombaon (Raja Isumbaon)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Raja Isombaon artinya raja yang disembah. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan Si Raja Bbatak dapat dibagi atas 2 golongan besar:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;   Golongan Tatea Bulan = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga golongan Hula-hula = Marga Lontung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Golongan Isombaon = Golongan Matahari = Golongan Laki-laki. Disebut juga Golongan Boru = Marga Sumba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Kedua golongan tersebut dilambangkan dalam bendera Batak (bendera Si Singamangaraja, para orangtua menyebut Sisimangaraja, artinya maha raja), dengan gambar matahari dan bulan. Jadi, gambar matahari dan bulan dalam bendera tersebut melambangkan seluruh keturunan Si Raja Batak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        Penjabarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;    * RAJA UTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Raja Uti (atau sering disebut Si Raja Biak-biak, Raja Sigumeleng-geleng). Raja Uti terkenal sakti dan serba bisa. Satu kesempatan berada berbaur dengan laki-laki, pada kesempatan lain membaur dengan peremuan, orang tua atau anak-anak. Beliau memiliki ilmu yang cukup tinggi, namun secara fisik tidak sempurna. Karena itu, dalam memimpin Tanah Batak, secara kemanusiaan Beliau memandatkan atau bersepakat dengan ponakannya/Bere Sisimangaraja, namun dalam kekuatan spiritual etap berpusat pada Raja Uti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        * SARIBURAJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Sariburaja adalah nama putra kedua dari Guru Tatea Bulan. Dia dan adik kandungnya perempuan yang bernama Si Boru Pareme dilahirkan marporhas (anak kembar berlainan jenis, satu peremuan satunya lagi laki-laki).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Mula-mula Sariburaja kawin dengan Nai Margiring Laut, yang melahirkan putra bernama Raja Iborboron (Borbor). Tetapi kemudian Saribu Raja mengawini adiknya, Si Boru Pareme, sehingga antara mereka terjadi perkawinan incest.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Setelah perbuatan melanggar adat itu diketahui oleh saudara-saudaranya, yaitu Limbong Mulana, Sagala Rraja, dan Silau Raja, maka ketiga saudara tersebut sepakat untuk mengusir Sariburaja. Akibatnya Sariburaja mengembara ke hutan Sabulan meninggalkan Si Boru Pareme yang sedang dalam keadaan hamil. Ketika Si Boru Pareme hendak bersalin, dia dibuang oleh saudara-saudaranya ke hutan belantara, tetapi di hutan tersebut Sariburaja kebetulan bertemu dengan dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Sariburaja datang bersama seekor harimau betina yang sebelumnya telah dipeliharanya menjadi "istrinya" di hutan itu. Harimau betina itulah yang kemudian merawat serta memberi makan Si Boru Pareme di dalam hutan. Si Boru Pareme melahirkan seorang putra yang diberi nama Si Raja Lontung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Dari istrinya sang harimau, Sariburaja memperoleh seorang putra yang diberi nama Si raja babiat. Di kemudian hari Si raja babiat mempunyai banyak keturunan di daerah Mandailing. Mereka bermarga Bayoangin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Karena selalu dikejar-kejar dan diintip oleh saudara-saudaranya, Sariburaja berkelana ke daeerah Angkola dan seterusnya ke Barus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;               &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SI RAJA LONTUNG&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Putra pertama dari Tuan Sariburaja. Mempunyai 7 orang putra dan 2 orang putri, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;* Putra:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tuan Situmorang, keturunannya bermarga Situmorang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sinaga raja, keturunannya bermarga Sinaga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pandiangan, keturunannya bermarga Pandiangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Toga nainggolan, keturunannya bermarga Nainggolan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simatupang, keturunannya bermarga Simatupang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Aritonang, keturunannya bermarga Aritonang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Siregar, keturunannya bermarga Siregar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Putri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Anakpandan, kawin dengan Toga Sihombing.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Panggabean, kawin dengan Toga Simamora.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Karena semua putra dan putri dari Si Raja Lontung berjumlah 9 orang, maka mereka sering dijuluki dengan nama Lontung Si Sia Marina, Pasia Boruna Sihombing Simamora.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Sia Marina = Sembilan Satu Ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari keturunan Situmorang, lahir marga-marga cabang Lumban Pande, Lumban Nahor, Suhutnihuta, Siringoringo, Sitohang, Rumapea, Padang, Solin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Sinaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari Sinaga lahir marga-marga cabang Simanjorang, Simandalahi, Barutu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        * Pandingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lahir marga-marga cabang Samosir, Pakpahan, Gultom, Sidari, Sitinjak, Harianja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        * Nainggolan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lahir marga-marga cabang Rumahombar, Parhusip, Lumban Tungkup, Lumban Siantar, Hutabalian, Lumban Raja, Pusuk, Buaton, Nahulae.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Simatupang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lahir marga-marga cabang Togatorop (Sitogatorop), Sianturi, Siburian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        * Aritonang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lahir marga-marga cabang Ompu Sunggu, Rajagukguk, Simaremare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Siregar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Llahir marga-marga cabang Silo, Dongaran, Silali, Siagian, Ritonga, Sormin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        SI RAJA BORBOR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Putra kedua dari Tuan Sariburaja, dilahirkan oleh Nai Margiring Laut. Semua keturunannya disebut Marga Borbor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Cucu Raja Borbor yang bernama Datu Taladibabana (generasi keenam) mempunyai 6 orang putra, yang menjadi asal-usul marga-marga berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Datu Dalu (Sahangmaima).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sipahutar, keturunannya bermarga Sipahutar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Harahap, keturunannya bermarga Harahap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tanjung, keturunannya bermarga Tanjung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Datu Pulungan, keturunannya bermarga Pulungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simargolang, keturunannya bermarga Imargolang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Datu Dalu melahirkan marga-marga berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pasaribu, Batubara, Habeahan, Bondar, Gorat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tinendang, Tangkar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Matondang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Saruksuk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tarihoran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Parapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Rangkuti.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Datu Pulungan melahirkan marga-marga Lubis dan Hutasuhut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;       LIMBONG MULANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Limbong Mulana adalah putra ketiga dari Guru Tatea Bulan. Keturunannya bermarga Limbong yang mempunyai dua orang putra, yaitu Palu Onggang, dan Langgat Limbong. Putra dari Langgat Limbong ada tiga orang. Keturunan dari putranya yang kedua kemudian bermarga Sihole, dan keturunan dari putranya yang ketiga kemudian bermarga Habeahan. Yang lainnya tetap memakai marga induk, yaitu Limbong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        SAGALA RAJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Putra keempat dari Guru Tatea Bulan. Sampai sekarang keturunannya tetap memakai marga Sagala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SILAU RAJA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Silau Raja adalah putra kelima dari Guru Tatea Bulan yang mempunyai empat orang putra, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Malau&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Manik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ambarita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Gurning&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Khusus sejarah atau tarombo Ambarita Raja atau Ambarita, memiliki dua putra:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Ambarita Lumban Pea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    * Ambarita Lumban Pining&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lumban Pea memiliki dua anak laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;1. Ompu Mangomborlan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;   2. Ompu Bona Nihuta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Berhubung Ompu Mangomborlan tidak memiliki anak/keturunan laki-laki, maka Ambarita paling sulung hingga kini adalah turunan Ompu Bona Nihuta, yang memiliki anak laki-laki tunggal yakni Op Suhut Ni Huta. Op Suhut Nihuta juga memiliki anak laki-laki tunggal Op Tondolnihuta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Op Tondol Nihuta ada empat laki-laki:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Op Martua Boni Raja (atau Op Mamontang Laut)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Op Raja Marihot&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Op Marhajang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Op Rajani Umbul&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Selanjutnya di bawah ini hanya dapat meneruskan tarombo dari Op Mamontang Laut (karena keterbatasan data. Op Mamontang Laut menyeberang dari Ambarita di Kabupaten Toba Samosir saat ini ke Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Hingga tahun 2008 ini, keturunan Op Mamontang laut sudah generasi kedelapan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Op Mamontang Laut semula menikahi Boru Sinaga, dari Parapat. Setelah sekian tahun berumah tangga, mereka tidka dikaruniai keturunan, lalu kemudian menikah lagi pada boru Sitio dari Simanindo, Samosir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari perkawinan kedua, lahir tiga anak laki-laki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    1. Op Sohailoan menikahi Boru Sinaga bermukim di Sihaporas Aek Batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Keturunan Op Sohailoan saat ini antara lain Op Josep (Pak Beluana di Palembang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    2. Op Jaipul menikahi Boru Sinaga bermukin di Sihaporas BolonKeturunan antara lain J ambarita Bekasi, dan         saya sendiri (www.domu-ambarita.blogspot.com atau domuambarita@yahoo.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    3. Op Sugara atau Op Ni Ujung Barita menikahi Boru Sirait bermukim di Motung, Kabupaten Toba Samosir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Keturunan Op Sugara antara lain penyanyi Iran Ambarita dan Godman Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        TUAN SORIMANGARAJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Tuan Sorimangaraja adalah putra pertama dari Raja Isombaon. Dari ketiga putra Raja Isombaon, dialah satu-satunya yang tinggal di Pusuk Buhit (di Tanah Batak). Istrinya ada 3 orang, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Anting Malela (Nai Rasaon), putri dari Guru Tatea Bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Biding Laut (nai ambaton), juga putri dari Guru Tatea Bulan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Boru Sanggul Baomasan (nai suanon).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Si Boru Anting Malela melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Djulu (Ompu Raja Nabolon), gelar Nai Ambaton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Si Boru Biding Laut melahirkan putra yang bernama Tuan Sorba Jae (Raja Mangarerak), gelar Nai Rasaon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Si Boru Sanggul Haomasan melahirkan putra yang bernama Tuan Sorbadibanua, gelar Nai Suanon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nai Ambaton (Tuan Sorba Djulu/Ompu Raja Nabolon)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Nama (gelar) putra sulung Tuan Sorimangaraja lahir dari istri pertamanya yang bernama Nai Ambaton. Nama sebenarnya adalah Ompu Raja Nabolon, tetapi sampai sekarang keturunannya bermarga Nai Ambaton menurut nama ibu leluhurnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;   Nai Ambaton mempunyai empat orang putra, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simbolon Tua, keturunannya bermarga Simbolon.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tamba Ttua, keturunannya bermarga Tamba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Saragi Tua, keturunannya bermarga Saragi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Munte Tua, keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W. Hutagalung):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;        Simbolon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun, Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tamba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari, Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;        Saragi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Munte&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai lima orang putra, yaitu Simbolon, Tamba, Saragi, Munte, dan Nahampun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut (generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Catatan mengenai Ompu Bada, menurut buku "Tarombo Marga Ni Suku Batak" karangan W Hutagalung, Ompu Bada tersebut adalah keturunan Nai Ambaton pada sundut kesepuluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Menurut keterangan dari salah seorang keturunan Ompu Bada (mpu bada) bermarga gajah, asal-usul dan silsilah mereka adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ompu Bada ialah asal-usul dari marga-marga Tendang, Bunurea, Manik, Beringin, Gajah, dan Barasa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keenam marga tersebut dinamai Sienemkodin (enem = enam, kodin = periuk) dan nama tanah asal keturunan Empu Bada, pun dinamai Sienemkodin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ompu Bada bukan keturunan Nai Ambaton, juga bukan keturunan si raja batak dari Pusuk Buhit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Lama sebelum Si Raja Batak bermukim di Pusuk Buhit, Ompu Bada telah ada di tanah dairi. Keturunan Ompu bada merupakan ahli-ahli yang terampil (pawang) untuk mengambil serta mengumpulkan kapur barus yang diekspor ke luar negeri selama berabad-abad.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Ompu Bada menganut sistem kekerabatan Dalihan Natolu seperti yang dianut oleh saudara-saudaranya dari Pusuk Buhit yang datang ke tanah dairi dan tapanuli bagian barat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;        NAI RASAON (RAJA MANGARERAK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nama (gelar) putra kedua dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri kedua tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Rasaon. Nama sebenarnya ialah Raja Mangarerak, tetapi hingga sekarang semua keturunan Raja Mangarerak lebih sering dinamai orang Nai Rasaon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Raja Mangarerak mempunyai dua orang putra, yaitu Raja Mardopang dan Raja Mangatur. Ada empat marga pokok dari keturunan Raja Mangarerak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raja Mardopang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Menurut nama ketiga putranya, lahir marga-marga Sitorus, Sirait, dan Butar-butar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raja Mangatur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Menurut nama putranya, Toga Manurung, lahir marga Manurung. Marga pane adalah marga cabang dari sitorus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    NAI SUANON (tuan sorbadibanua)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nama (gelar) putra ketiga dari Tuan Sorimangaraja, lahir dari istri ketiga Tuan Sorimangaraja yang bernama Nai Suanon. Nama sebenarnya ialah Tuan Sorbadibanua, dan di kalangan keturunannya lebih sering dinamai Ttuan Sorbadibanua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tuan Sorbadibanua, mempunyai dua orang istri dan memperoleh 8 orang putra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari istri pertama (putri Sariburaja):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Bagot Ni Pohan, keturunannya bermarga Pohan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Paet Tua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Lahi Sabungan, keturunannya bermarga Silalahi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Raja Oloan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Raja Huta Lima.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dari istri kedua (Boru Sibasopaet, putri Mojopahit) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Raja Sumba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Si Raja Sobu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Toga Naipospos, keturunannya bermarga Naipospos.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Keluarga Tuan Sorbadibanua bermukim di Lobu Parserahan - Balige. Pada suatu ketika, terjadi peristiwa yang unik dalam keluarga tersebut. Atas ramalan atau anjuran seorang datu, Tuan Sorbadibanua menyuruh kedelapan putranya bermain perang-perangan. Tanpa sengaja, mata Si Raja huta lima terkena oleh lembing Si Raja Sobu. Hal tersebut mengakibatkan emosi kedua istrinya beserta putra-putra mereka masing-masing, yang tak dapat lagi diatasi oleh Tuan Sorbadibanua. Akibatnya, istri keduanya bersama putra-putranya yang tiga orang pindah ke Lobu Gala-gala di kaki Gunung Dolok Tolong sebelah barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;    Keturunana Tuan Sorbadibanua berkembang dengan pesat, yang melahirkan lebih dari 100 marga hingga dewasa ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Bagot ni pohan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tampubolon, Barimbing, Silaen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol, Nasution.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Panjaitan, Siagian, Silitonga, Sianipar, Pardosi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Paet Tua melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Hutahaean, Hutajulu, Aruan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sibarani, Sibuea, Sarumpaet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pangaribuan, Hutapea.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan si lahi sabungan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sihaloho.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Situngkir, Sipangkar, Sipayung.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sirumasondi, Rumasingap, Depari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sidabutar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sidabariba, Solia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sidebang, Boliala.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pintubatu, Sigiro.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tambun (Tambunan), Doloksaribu, Sinurat, Naiborhu, Nadapdap, Pagaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea, Lumban Gaol.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Raja Oloan melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Naibaho, Ujung, Bintang, Angkat, Hutadiri, Sinamo, Capa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sihotang, Hasugian, Mataniari, Lingga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bakkara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sinambela, Dairi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sihite, Sileang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simanullang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Raja Huta Lima melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Maha.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sambo.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Pardosi, Sembiring Meliala.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Raja Sumba melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Simamora, Rambe, Purba, Manalu, Debataraja, Girsang, Tambak, Siboro.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sihombing, Silaban, Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, Sitindaon, Binjori.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Si Raja Sobu melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sitompul.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Hasibuan, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung, Hutatoruan, Simorangkir, Hutapea, Lumban Tobing, Mismis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Keturunan Toga Naipospos melahirkan marga dan marga cabang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Marbun, Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol, Meha, Mungkur, Saraan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;(Marbun marpadan dohot Sihotang, Banjar Nahor tu Manalu, Lumban Batu tu Purba, jala Lumban Gaol tu Debata Raja. Asing sian i, Toga Marbun dohot si Toga Sipaholon marpadan do tong) ima pomparan ni Naipospos, Marbun dohot Sipaholon. Termasuk do marga meha ima anak ni Ompu Toga sian Lumban Gaol Sianggasana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;       DONGAN SAPADAN (TEMAN SEIKRAR, TEMAN SEJANJI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Dalam masyarakat Batak, sering terjadi ikrar antara suatu marga dengan marga lainnya. Ikrar tersebut pada mulanya terjadi antara satu keluarga dengan keluarga lainnya atau antara sekelompok keluarga dengan sekelompok keluarga lainnya yang marganya berbeda. Mereka berikrar akan memegang teguh janji tersebut serta memesankan kepada keturunan masing-masing untuk tetap diingat, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan setia. Walaupun berlainan marga, tetapi dalam setiap marga pada umumnya ditetapkan ikatan, agar kedua belah pihak yang berikrar itu saling menganggap sebagai dongan sabutuha (teman semarga).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;        Konsekuensinya adalah bahwa setiap pihak yang berikrar wajib menganggap putra dan putri dari teman ikrarnya sebagai putra dan putrinya sendiri. Kadang-kadang ikatan kekeluargaan karena ikrar atau padan lebih erat daripada ikatan kekeluargaan karena marga. Karena ada perumpamaan Batak mengatakan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;"Togu urat ni bulu, toguan urat ni padang;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;Togu nidok ni uhum, toguan nidok ni padan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;"Teguh akar bambu, lebih teguh akar rumput (berakar tunggang);&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-family:lucida grande;" &gt;Teguh ikatan hukum, lebih teguh ikatan janji"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Masing-masing ikrar tersebut mempunyai riwayat tersendiri. Marga-marga yang mengikat ikrar antara lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Marbun dengan Sihotang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Panjaitan dengan Manullang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Tampubolon dengan Sitompul.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Sitorus dengan Hutajulu - Hutahaean - Aruan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Nahampun dengan Situmorang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;(Disadur dari buku "Kamus Budaya Batak Toba" karangan M.A. Marbun dan I.M.T. Hutapea, terbitan Balai Pustaka, Jakarta, 1987)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;* Sebagian isi tarombo ini saya kutip dari internet, dan sebagian lagi saya padankan dengan buku tarombo Ambarita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-2856527212766423991?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/2856527212766423991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=2856527212766423991' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2856527212766423991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/2856527212766423991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/silsilah-atau-tarombo-batak.html' title='SILSILAH ATAU TAROMBO BATAK'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8656866154549036235.post-9182579355616021081</id><published>2008-05-09T17:41:00.004+07:00</published><updated>2008-05-09T17:54:42.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tingting/Pengumuman'/><title type='text'>Rencana Membangun Persinggahan di Ambarita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PARSADAAN POMPARAN AMBARITA RAJA &amp;amp; BORUNA (PPARB)&lt;br /&gt;KOTA MEDAN DOHOT HUMALIANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Sekretariat : Jl. Akasia II No. 22, Sutomo Ujung Medan, Hp. 081362348446&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor       : 01/02-PPARB/2008&lt;br /&gt;Lamp.        : -&lt;br /&gt;Hal             : Sangkap tu Bona Pasogit Ambarita&lt;br /&gt;                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Mandapothon Napinarsangapan :&lt;br /&gt;1. Sude Pomparan Ambarita Radja dohot Boruna Na adong di Desa na Ualu / Portibi on.&lt;br /&gt;                  2. Sude Punguan/Parsadaan Pomparan Ambarita Radja dohot Boruna na adong di Indonesia on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Horas ma di hita saluhutna,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;       Hami sian Pomparan ni Ompungta Ambarita Radja &amp;amp; Boruna, ima na tergabung di "Punguan Pomparan Ambarita Radja dohot Boruna (PPARB) Medan dohot Humaliang, ro pasahathon hata horas-horas tu hita saluhutna namarhaha maranggi/ marhula-hula marboru, manang didiape hita maringanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Punguan Pomparan ni Ompung ta Ambarita Medan, nungnga jonjong 44 taon lelengna, jala dibahen ma goarna Parsadaan Pomparan Ambarita Radja Dohot Boruna Medan dohot humaliang, manang dipajompok ma goarna PPARB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dung adong marpulu taon punguan i, godang angka pandapot manang usul - usul nadenggan sian angka hita , beha asa boi hita nian pajumpang di sada inganan, laho pajumpang bohi dalan marsitandaan, laos pasombu sihol huhut marsirarion, angka aha ma sitaringotanta laho patimbulhon hita Ambarita, asa boi nian minimal setara dohot angka punguan marga ni donganta halak Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Di ari naung salpu nunga hea ditaringoti piga-piga gagasan na laho patupahon:&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;Tanda manang Ruma Parsinggahan ni Hita Pinompar ni Ambarita Raja.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;       Nunga hea ditaringoti (taon 2003) di bona ni pasogit Ambarita, aha ma nanaeng sipatupaon na laho mambahen sada "Tanda" di Bona Pasogit Ambarita, na gabe ugasan manang milik ni sude hita pomparan ni Ompungta Ambarita Radja. Hira dos do tahi ditingki i, naeng mambahen sada Sopo manang Ruma, disamping gabe "Tanda" i, boi muse gabe persinggahan ni hita pomparan ni Ompungta, lumobi ma angka pangaranto na so haru diboto be didia huta ni ompungna di Ambarita. Di na deba Punguan Marga, dibahen nasida do Tugu manang Tambak songon tanda parsadaan nasida, alai di hita adong do poda sian bona pasogit na mandok naso denggan hita patupa Tugu manang Tambak di Ambarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ala ni i, naeng ma berbentuk Sopo manang Ruma, na boi pangkeon ni hita.&lt;br /&gt;Jadi, taringot tuson, naeng ma jaloon pendapat manang usul sian hita sude:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   a. Beha do rumang ni sopo manang ruma on behenonta. Ninna roha naeng ma nian boi i                 pergunahonon ni hita sude molo ro hita tu Bona Pasogit.&lt;br /&gt;   b. Didia do lokasi na dumenggan, jala na boi dapot hita.&lt;br /&gt;   c. Aha do goar ni sopo manang ruma on bahenonta.&lt;br /&gt;      d. Taringot tu dana na ringkot na laho pengadaan ni sopo/ruma i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Lagu manang Ende Parsadaan ni Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Songon na patimbulhon marganta , bahenonta ma nian sada Ende namanggombarhon turi-turian manang tarombo ni marganta Ambarita. Molo ende on, pos do roha nami tu hita namaringanan di Jakarta, nasida ma nian pasauthon tahinta on, ai adong do piga-piga pomparan ni ompungta na di Jakarta na dilehon Tuhanta talenta laho mencipta lagu. Molo goar ni lagu i boi ma ra MARS AMBARITA bahenonta, manang na dia ma nasuman ninna roha ni Pencipta lagu i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Gorga manang simbol ni Puanguan Ambarita Radja dohot Boruna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Asa adong nian sada songon gorga / simbol ni Punguan Ambarita dohot Boruna, pinangido tu hita na adong dilehon talenta laho mambahen i. Di simbol manang gorga i asa digombarhon ma anak ni Ompungta nadua i, jala parserakni hita mulai sian Huta Ambarita Pulo Samosir sahat tu desa na ualu / portibi on. Gorga manang simbol on ma nian bahenonta di kop surat di punguan ni marganta di ari namangihut muse, asa seragam sude.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mardomu tu sangkap ni rohanta on, pinangido ma tu sude hita, asa rade be rohanta membahas isi ni surat on di ingananta be, dohot dipunguanta be, asa adong bahan siboanon ni perwakilan tu rapot nanaeng sipatupaonta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Husangkapi rohanami do naeng mambahen pertemuan di taon on, paling lambat ma nian sahat tu pertengahan ni taon 2008 on. Na ro tu pertemuan i angka perwakilan tiap-tiap inganan ma nian dohot pribadi na taronjar rohanan. Ia tempat pertemuan naeng ma nian di Bona Pasogit Ambarita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Songon i ma jolo hata nami, na maringanan di Medan nahumaliang, jala hami pe tongtong do rade manjalo/manolopi saran / pandapot, manang usul na dumenggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Disiala pangantusion, dohot diharadeon ni rohanta mamingkirhon usul / pangidoan manang sangkap ni rohanta on, jumolo ma hupasahat hami godang mauliate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dohonon ma tutu songon na nidokni hata ni Ompungta Sijolo-jolo tubu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;    &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;Napuran Tano-tano, Urat nai rangging marsironggongan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;Nang pe Badan ta padao-dao, Alai tondi / tahinta , sai tong tong manian marsitomuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Horas ma hita sude,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, Februari 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A/n. Parsadaan Pomparan Ambarita Radja dohot Boruna&lt;br /&gt;Medan dohot Humaliang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum                                         Sekretaris I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ttd.                                                 Ttd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dipl.-Ing. ASM. Ambarita                             Drs. J.M. Ambarita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;       Dohot manolopi:&lt;br /&gt;       Penasehat :&lt;br /&gt;       1. Ir. A.B. Ambarita&lt;br /&gt;       2. BD.Ambarita&lt;br /&gt;       3. Drs. J.Ambarita MPd.&lt;br /&gt;       4. A. Parulian Ambarita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ketua I: DM Ambarita&lt;br /&gt;       Ketua II: V. Ambarita&lt;br /&gt;       Ketua III: St. OR Ambarita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sekretaris I : Drs. J.M. Ambarita&lt;br /&gt;       Sekretaris II: Ir P. Ambarita&lt;br /&gt;       Sekretaris III: Drs T. Tambunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dohot sude Pengurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Alus sada ni rohanta dipasahat ma tu alamat na di toru on:&lt;br /&gt;   1. Alamat Sekretariat songon na di kop surat on.&lt;br /&gt;      2. Dipl.-Ing. ASM. Ambarita, Kompl. TASBI, Blok SS No. 45, Medan (20133), Tel. 0811649250         Email : amerson@indo.net.id&lt;br /&gt;      3. DM. Ambarita, Jln. Bunga Wijaya Kesuma (KLINIK AMBAR) No.87 Medan, Tel. 061-8213961&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;NB: Laos pinangido tu sude hita namanjalo surat on, asa dipasahat copy ni surat on tu&lt;br /&gt;angka donganta na so manjaha surat on dope, Mauliate ma.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8656866154549036235-9182579355616021081?l=ambaritafamilys.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/feeds/9182579355616021081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8656866154549036235&amp;postID=9182579355616021081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/9182579355616021081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8656866154549036235/posts/default/9182579355616021081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ambaritafamilys.blogspot.com/2008/05/rencana-membangun-rumah-persinggahan-di.html' title='Rencana Membangun Persinggahan di Ambarita'/><author><name>Keluarga Besar Ambarita, Boru &amp;amp; Bere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09397818472570767420</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_NJhNNFam72M/SKwU8tj4q0I/AAAAAAAAACc/NNfdfn0rwOQ/S220/Rumah_gorga2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
